
Keterlambatan bicara
sering terlambat dideteksi oleh para orang tua, karena dianggap biasa dan akan menyusul teman seumurannya kelak.
Speech delayed/keterlambatan bicara terjadi pada 5-10 % anak usia prasekolah, dan 3 hingga 4 kali lebih sering pada anak laki-laki daripada anak perempuan.
Terlambat bicara dapat terjadi karena hal-hal yang normal dalam perkembangan atau karena kelainan pada si kecil.
Hal yang normal pada anak yang dianggap sebagai keterlambatan bicara seperti:
1. Jenis kelamin. Anak laki-laki umumnya memiliki kosakata yang lebih sedikit dan biasanya lebih lambat mulai berbicara sekitar 1-2 bulan dari anak perempuan.
Saat umur 16 bulan, perempuan memiliki 50 kata, sedangkan anak laki-laki hanya memiliki sekitar 30 kata saja. Anak perempuan juga kelihatan lebih 'ceriwis' daripada laki-laki. Namun hal ini adalah normal, dan anak laki-laki akan segera mengejar 'ketertinggalannya'.
2. Fokus pada kepandaian yang lain. Anak yang lebih dulu dapat berjalan, biasanya akan lambat berbicara, atau sebaliknya. Jika dia sudah lancar dengan skill-nya, maka akan segera mengejar ketertinggalannya di bidang bahasa.
3. Anak yang lahir prematur, dan atau bayi yang lahir dengan berat badan rendah. Bayi prematur memiliki kemampuan yang lebih lambat dibandingkan dengan anak seusianya. Namun biasanya pada sekitar umur 2 tahun, dia akan memiliki kemampuan yang sama dengan teman sebayanya.
4. Anak yang diajarkan 2 bahasa atau lebih
(bilingual). Biasanya anak akan mengalami 'kelambatan sementara' dalam berbahasa dibandingkan dengan teman seumurannya. Namun, biasanya keadaan mereka akan segera membaik dan mampu menguasai kedua bahasa tersebut sebelum berumur 5 tahun.
Penyebab terlambat bicara dapat beragam, diantaranya:
1. Masalah pada pendengaran.
2. Lingkungan, seperti penelantaran atau kekerasan pada anak.
3. Gangguan neurologi, seperti cerebral palsy, muscular dystrophy atau trauma kepala.
4. Autis.
5. Kelainan anatomi pada mulut, bibir dan atau langit-langit. Kelainan seperti bibir sumbing dapat mengganggu pelafalan kata yang benar.
6. Gangguan intelektual.
7. Malnutrisi/kurang gizi.
8. Masalah mental, seperti depresi atau anak yang mengalami gangguan kecemasan.
Untuk mengetahui gejala terlambat bicara, hendaknya kita tahu dahulu bagaimana tahapan perkembangan berbicara pada anak normal:
1. Bayi 0-6 bulan.
Komunikasi pertama bayi setelah lahir yaitu dengan menangis. Dengan tangisan, bayi menyatakan kebutuhannya, seperti mengantuk, lelah, lapar atau tidak nyaman seperti cuaca yang panas dan popok yang basah.
Saat umurnya 2-3 bulan, bayi mulai merespon suara anda dengan gumamannya seperti ‘aahh’ atau ‘oohh’, dan tangisannya sudah dapat dibedakan sesuai dengan kebutuhannya. Bayi mulai bereksperimen dengan suara-suara yang dihasilkannya, seperti ‘mamama’; ‘babababa’; ‘papapapa’ atau yang disebut babbling.
Pada umur sekian, waspadai bila si kecil anda tidak babbling.
2. Umur 6-12 bulan.
Saat umur 6-9 bulan, bayi mulai mengenal beberapa nama benda dan orang yang berada disekitarnya. Sudah mengerti konsep dasar seperti ‘ya’, ‘tidak’.
Usia 9-12 bulan, dia sudah dapat mengucapkan ‘mama’ dan ‘papa’ dan mengerti artinya (atau sebutan lain yang diajarkan untuk memanggil kedua orang tuanya).
Sudah dapat menggunakan isyarat untuk mengungkapkan keinginannya, seperti menunjuk benda, melambaikan tangan untuk ber-dadah, mengangkat tangan untuk minta digendong. Mengerti beberapa instruksi sederhana seperti ‘ayo kesini’ atau ‘lihat itu’.
Pada usia 12 bulan, bayi sudah mengerti sekitar 70 kata.
Waspadai bila si kecil belum dapat menunjuk benda saat usianya menginjak 1 tahun, atau ekspresi wajah yang kurang pada usia itu.
3. Usia 12-18 bulan.
- Dapat mengucapkan 3-6 kata dengan arti.
- Dapat menunjuk anggota tubuh atau gambar yang disebutkan.
- Dapat mengangguk atau menggelengkan kepala saat menjawab pertanyaan.
- Dapat mengikuti istruksi sederhana, seperti ‘tolong ambilkan itu’ atau ‘tolong tutup pintu’.
- Usia 18 bulan, kosakata yang dapat diucapkannya sekitar 5-50 kata.
Bila saat usia anak 16 bulan dan belum ada kata yang berarti yang bisa diucapkan, anda harus waspada.
4. Usia 18-24 bulan.
- Dapat menggabungkan 2 suku kata yang berarti, seperti ‘saya makan’.
- Hampir setiap hari si kecil memiliki kosakata baru. Dan senang mendengarkan cerita.
- Pada umur 2 tahun, sekitar 50% kata-katanya sudah dapat dimengerti orang lain.
Waspada bila saat umur 2 tahun, si kecil tidak membuat kalimat dengan 2 kata yang dapat dimengerti.
5. Umur 2-3 tahun.
Dapat menyebutkan anggota badan. Bisa menyusun kalimat pendek. Dapat mengerti konsep besar dan kecil. Mulai dapat menggunakan kalimat tanya. Mengenal warna. Dapat bernyanyi.
6. Usia 3-5 tahun.
Sudah dapat menyusun kalimat panjang >4 kata. Dapat menyebutkan nama, alamat, jenis kelamin. Dapat bercerita tentang kejadian sekitar. Dan hampir semua kata yang diucapkannya dapat dimengerti oleh orang lain.
Apabila anak dicurigai mengalami speech delayed, segera periksakan si kecil ke dokter untuk mencari tahu penyebab dan dilakukan rehabilitasi secepatnya.
Makin cepat dilakukan terapi maka kemungkinan untuk dapat mengejar ketertinggalannya juga semakin besar, sehingga tidak akan mengganggu perkembangannya yang lain kelak.
Terapi yang dilakukan pada anak yang mengalami speech delayed bervariasi, tergantung penyebab dan bersifat individu. Artinya, antara satu anak dan anak lain yang sama menderita gangguan ini, penanganannya tidak sama.
Bila anda mencurigai anak anda mengalami keterlambatan bicara, berikut beberapa tips yang dapat anda lakukan:
1. Seringlah mengajak bayi anda berbicara, karena apa yang dia dengar akan sangat berguna saat dia akan belajar bicara nanti
2. Hendaknya merespon saat bayi anda cooing atau babbling
3. Sering mengajak bayi permainan sederhana, seperti cilukba
4. Menyebutkan apa yang sedang anda atau si kecil lakukan, lihat atau rasakan
5. Sering membacakan buku cerita dengan suara keras
6. Menambah/ memperjelas kata-kata yang disebutkan oleh si kecil. Misalnya anak bilang ‘num’, perbaiki kosakatanya dengan mengatakan ‘Minum. Adik mau minum?’
7. Berilah pertanyaan sebanyak mungkin pada si kecil. Dan jawab pertanyaan atau perkataan anak anda
8. Jangan menertawakan bila anak anda menggunakan kata yang salah
9. Biarkan dia bermain denga teman sebayanya yang memiliki kemampuan bahasa lebih baik.
anak
,
balita
,
bayi
,
tumbuh kembang