Showing posts with label kesehatan anak. Show all posts
Showing posts with label kesehatan anak. Show all posts

Tuesday, December 13, 2016

Penyakit Gizi Yang Sering Menyerang Balita

Tuesday, December 13, 2016

Pola konsumsi yang tidak seimbang akan menyebabkan status gizi anak menjadi buruk atau berlebih. Sumber energy utama adalah dari karbohidrat. Bila terjadi kekurangan sumber karbohidrat, maka tubuh akan menggunakan energy dari sumber lainnya, yaitu protein dan lemak, sehingga akan menghambat fungsi tumbuh kembangnya yang lain.

Energy dibutuhkan anak untuk proses tumbuh kembang, metabolisme, dan kegiatan sehari-harinya. Kebutuhan energy anak jauh lebih besar dibandingkan dewasa. Oleh karena itu pemenuhan sumber energy sangat penting pada saat anak dalam masa tumbuh kembang.

Beberapa masalah gangguan keseimbangan zat gizi pada anak yaitu:
1. Kekurangan energy protein (KEP) Sering terjadi pada balita yang mengalami penyakit/ gangguan penyerapan makanan, kurangya asupan makanan, atau karena nafsu makannya yang terganggu.
 Jenis KEP:
 a. Marasmus Kurangnya asupan sumber energy/ karbohidrat pada tubuh.
Ciri-ciri anak yang mengalami marasmus, yaitu tubuh kurus, wajah seperti orang tua, dan otot tubuh mengecil.

 b. Kwashiorkor Terjadi akibat kekurangan asupan protein pada tubuh.
Anak yang mengalami kwashiorkor memiliki ciri seperti: bengkak, terutama pada anggota tubu dan kaki, otot tubuh mengecil, pertumbuhan terhambat, wajah terlihat bulat, perubahan warna pada rambut.

 c. Marasmus-kwashiorkor Merupakan gangguan gizi akibat kekurangan energy dan protein.
 Ciri-ciri anak yang mengalami marasmus-kwashiorkor adalah:
- Tubuh kurus kering atau berat badan tidak mencapai berat badan normal
- Pertumbuhan tinggi badan terhambat
- Perut membusung
- Pergerakan anak lambat
 - Anak cengeng

 2. Kekurangan vitamin A
Penyebab anak mengalami kekurangan vitamin A yaitu karena kurangnya asupan makanan yang mengandung vitamin A, gangguan system pencernaan atau mengalami perdarahan.

Makanan sumber vitamin A yaitu hati, wortel, kuning telur, keju dan susu. Kekurangan vitamin A pada anak akan menyebabkan pertumbuhan yang terhambat, kulit kering, dan gangguan pada mata.

3. Anemia Anemia adalah kurangnya jumlah sel darah merah/ hemoglobidalam darah. Hemoglobin (Hb) berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Terdapat beberapa jenis anemia, namun yang paling sering ditemukan adalah anemia akibat kekurangan zat besi. Penyebab anemia defsiensi zat besi (Fe) adalah akibat kehilangan banyak darah, penyerapan zat besi yang berkurang, atau akibat infeksi.

 Untuk mencegah terjadinya anemia pada anak, dapat diberkan makanan yang banyak mengandung vitamin dan mineral termasuk zat besi, yang banyak terdapat pada hati, daging, ikan, telur, alpukat, kacang-kacangan, daun bayam, dan biji-bijian.

4. Kekurangan yodium
Kekurangan yodium pada balita akan menyebabkan gangguan perkebangan mental, penyakit gondok, penurunan kecerdasan dan pertumbuhan yang terhambat.

 5. Obesitas / kegemukan Kegemukan juga merupakan gangguan keseimbangan asupan energy pada anak. Hal ini berkaitan dengan pola makan dan aktifitas tubuh. Makanan fast food atau minuman bersoda menjadi penyumbang terbanyak kasus kegemukan pada balita dan anak di daerah perkotaan.

 Untuk menghindari atau mengurangi resiko kegemukan pada anak, orang tua perlu mengenalkan pola makan sehat, bukan saja untuk anak, tapi untuk seluruh anggota keluarga, ajak anak untuk rutin berolah raga, batasi konsumsi junk food dan minuman bersoda, atau kebiasaan buruk lainnya, seperti bermain play station berjam-jam atau ngemil makanan manis.

Monday, March 14, 2016

Cacingan Pada Anak, Bagaimana Gejala dan Penanganannya

Monday, March 14, 2016
Kecacingan masih merupakan penyakit teratas penyebab kesakitan pada negara kita. Dikarenakanan tingkat higienitas, padatnya penduduk, serta kesadaran penduduknya yang masih rendah mengenai sanitasi yang baik.

Pada anak, infeksi kecacingan dapat berakibat serius ya moms, seperti berkurangnya gizi yang terserap oleh tubuh, hingga menurunnya prestasi belajar anak.

Jenis cacing yang dapat menjadi parasit dalam tubuh manusia dapat bermacam-macam, seperti:

1. Cacing kremi, merupakan jenis kecacingan yanng paling sering menginfeksi anak-anak. ukurannya yang kecil dan halus seperti ampas kelapa dapat tidak terlihat oleh orang tua. Biasanya menyebabkan rasa gatal di anus/ dubur terutama saat malam hari dan membuat anak rewel

2. Cacing gelang. Bentuknya besar, dan panjang seperti cacing tanah. dapat terlihat kasat mata dengan mudah. Hidup dan berkembang biak dalam usus manusia, dan bertahan hidup dengan menghisap sari makanan anak, sehingga anak dapat menderita kurang gizi parah dan gangguan organ lain.

3. Cacing pita. Juga dapat ditemukan pada hewan seperti babi dan sapi. berbentuk panjang dengan badan yang agak pipih. seluruh organ tubuh dapat terinfeksi cacing ini, seperti jantung, otak, mata, dan lainnya.
Penularannya melalui makanan yang terkontaminasi oleh telur cacing atau melalui tanah yang terkontaminasi kotoran manusia/ hewan yang mengandung telur/ larva cacing.

Penularannya.

Cara penularan yang paling sering yaitu melalui makanan yang terkontaminasi dengan telur atau larva cacing. Telur/ larva tersebut dapat menempel di pakaian, atau badan anak saat bermain. bila menempel di pakaian, telur cacing dapat bertahan hingga beberapa hari sampai 1 minggu.


Gejala kecacingan pada anak.

Walaupun gejala kecacingan dapat tidak khas dan harus melalui pemeriksaan tambahan lain untuk mengkonfirmasikannya, namun berikut beberapa gejala kecacingan yang dapat muncul pada penderita:

1. lesu dan lemah, dapat diakibatkan kurangnya darah, karena darah terus dihisap oleh cacing yang berada dalam tubuh anak.

2. berat badan anak rendah atau tidak sesuai umur. Akibat sari makanan yang masuk justru dihisap ole cacing, sehingga proses tumbuh kembang anak menjadi terganggu.

3. nyeri perut hingga diare.

4. anak rewel saat malam hari.

Pengobatan.

Pemberian obat cacing yang sesuai dengan resep dokter akan mempercepat penyembuhan anak. Sebaiknya pada keluarga yang salah satu anggota keluarganya ditemukan infeksi cacing, maka seluruh anggota keluarga juga harus diberikan terapi.

Pencegahan.

Ajarkan anak pola hidup bersih dan sehat, dengan rajin mencuci tangan setelah bermain atau akan memegang makanan, memotong kuku secara teratur, dan mandi dengan air bersih dengan rutin.


Friday, September 19, 2014

Anemia Pada Wanita dan Anak, Bahayanya Dan Bagaimana Mengatasinya

Friday, September 19, 2014
Anemia adalah kurangnya jumlah sel darah merah sehat yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Pada masyarakat, sering dikenal sebagai 'kurang darah'.

Kadar hemoglobin dalam darah yang normal pada wanita adalah >12 g/dl, sedang pada pria adalah >13 g/ dl. Apabila jumlah hemoglobin/sel darah merah pada wanita <10g/dl, dan pada pria <12 g/dl, maka sudah dapat dikatakan anemia.

Kebutuhan hemoglobin bagi wanita hamil dan anak balita adalah sebanyak >11 g/dl.

Hemoglobin berperan sebagai angkutan/ transport oksigen. Sehingga kekurangan Hb akan sangat mengganggu peredaran darah ke seluruh tubuh.

Penyebab anemia antara lain:

1. Gangguan produksi. Tubuh memproduksi terlalu sedikit sel darah merah. Sehingga jumlahnya tidak mencukupi untuk kebutuhan seluruh tubuh.

2. Perdarahan. Dapat terjadi akut (secara cepat, seperti perdarahan akibat kecelakaan, ataupun secara kronik, seperti perdarahan tersembunyi yang berlangsung lama).

3. Penghancuran sel darah merah yang lebih cepat daripada pembentukannya.

Tanda dan gejala anemia:

- Pucat

- Sering letih

- Lemah

- Sakit kepala

- Vertigo

- Telinga sering berdenging

- Sesak nafas bila kadar Hb terlalu rendah

- Berdebar

- Nafas cepat

- Biasanya memiliki status gizi kurang atau buruk

- Kemampuan konsentrasi turun

Faktor resiko anemia:

Setiap orang memiliki resiko untuk menderita anemia, namun, beberapa orang memiliki resiko yang lebih tinggi daripada yang lain, yaitu bagi mereka yang:

- Memiliki kebiasaan/pola makan yang tidak seimbang

- Mengalami perdarahan hebat

- Wanita yang menstruasinya lama dan banyak (menometroragia)

- Ada riwayat kelainan darah dalam keluarga (talassemia)

- Memiliki penyakit kronik/ keganasan

- Adanya riwayat infeksi sebelumnya (malaria, kecacingan).

Untuk mendiagnosis pasien anemia, perlu pemeriksaan yang teliti dan lengkap. Menanyakan waktu mulai munculnya gejala, gejala apa saja yang muncul, faktor resiko yang dimiliki, pemeriksaan pada pasien, dan laboratorium.

Bagaimana pencegahan anemia? Anemia dapat dicegah dengan:

- Makan makanan bergizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan zat besi. Sumber zat besi berasal dari daging, ikan, unggas, telur, kacang-kacangan

- Hindari infeksi

- Pengobatan yang tuntas terhadap adanya infeksi

Pengobatan anemia:

Tergantung dari penyebab anemia. Dengan menemukan penyebab anemia, dokter akan memberikan terapi yang sesuai.

Waktu juga sangat berpengaruh dalam pemberian terapi. Anemia yang terjadi akibat perdarahan yang kronik dengan perdarahan dalam waktu singkat

tentu memiliki penanganan yang berbeda.

Pada beberapa kasus, pemberian suplemen zat penambah darah sudah cukup membantu.

Pada keadaan yang masih ringan, anemia dapat diobati menggunakan obat-obatan, namun bila kondisinya berat, mungkin diperlukan pembedahan untuk mengatasi penyebab anemia.

Komplikasi:

Apa yang dapat terjadi apabila anemia tidak segera diobati dengan baik?

Tubuh tentu akan mengkompensasi kekurangan hemoglobin dan atau darah yang ada dalam tubuh. Lama kelamaan keadaan ini akan membuat kelainan organ lain, seperti gagal jantung.

Pada wanita hamil, anemia dapat menyebabkan kelahiran premature atau berat bayi yang dilahirkan rendah.

Thursday, August 28, 2014

Bagaimana Mengenali Dan Mencegah Obesitas Pada Anak

Thursday, August 28, 2014
Banyak orang tua yang merasa senang bila anaknya lebih gemuk daripada anak lain seusianya.

Selain memiliki image bahwa lebih gemuk berarti lebih sehat, tentu sangat lucu dan meggemaskan memiliki anak yang montok ya Moms.

Namun hati-hati, bahaya obesitas mengintai buah hati anda!

Obesitas atau yang lebih dikenal dengan kegemukan, adalah bentuk gangguan akibat kelebihan kalori yang tersimpan dalam tubuh.

Terjadi akibat konsumsi makanan yang mengandung jumlah karbohidrat dan lemak yang tinggi atau berlebih, namun tidak diimbangi dengan pengeluaran energi, seperti aktifitas fisik.

Pola makan yang kurang baik dari orang tua dapat membuat anak juga mengalami obesitas, karena mengikuti pola yang sama.

Lingkungan juga dapat memberikan kontribusi membuat anak menjadi obesitas. Anak yang tinggal di pedesaan, jarang yang mengalami obesitas, karena aktifitas mereka yang cukup menguras energi, seperti bermain bola, layang-layang, atau berenang di sungai.

Sedangkan anak perkotaan, lebih rentan terkena obesitas, karena kurangnya (kalau tidak bisa dikatakan tidak adanya) tempat bermain, sehingga anak-anak cenderung menghabiskan waktunya menonton televisi atau bermain video game.

Tingginya tingkat ekonomi juga memberi masyarakat kota kesempatan untuk megkonsumsi makanan cepat saji yang banyak mengandung lemak serta minuman bersoda yang bergula tinggi.

Obesitas pada anak akan sangat berbahaya, karena dikaitkan dengan beberapa penyakit metabolik seperti diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung, dan gangguan pernafasan.

Bagaimana cara orang tua untuk mengatasi kegemukan pada si kecil? Walaupun diet ketat pada balita tidak diajurkan, namun kontrol terhadap pola makan dan pola hidup tetap sangat diperlukan. Setidaknya agar berat badan si kecil sesuai dengan tinggi dan usianya.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

1. Batasi konsumsi junk food dan makanan olahan dan kemasan lain seperti keripik. Makanan tersebut selain mengandung kalori yang sangat tinggi, juga banyak kandungan lemak jenuh yang membahayakan tubuh.

2. Batasi minuman bersoda. Minuman ini mengandung gula yang tinggi.

3. Beri cemilan berupa buah-buahan atau jus buah daripada keripik, es krim, atau cake.

4. Perbanyak kegiatan luar ruangan, seperti olah raga bersama, berenang, bersepeda, atau futsal adalah beberapa olah raga yang cocok dilakukan di daerah perkotaan. Karena aman dan fasilitas ruangnya banyak ditemukan.

5. Kontrol asupan kalori pada setiap makanan yang dikonsumsi si kecil. Anda bisa membuat variasi dengan mengganti jenis sumber makanan lain yang lebih baik, seperti sumber vitamin dan serat.
Happy healthy..

Saturday, May 31, 2014

Mengetahui Ciri TB Paru Pada Anak Dan Pengobatannya

Saturday, May 31, 2014
Awas! TB Paru Mengintai Buah Hati Kita.  

Apa itu TB paru?

Moms pasti sudah sering mendengar tentang penyakit TBC, bukan? Indonesia merupakan Negara ke 4 dengan jumlah penderita TB terbanyak di dunia. Dan setiap 20 detik 1 orang di dunia meninggal akibat penyakit ini.

TB diperkirakan telah ada sejak 600 tahun sebelum masehi, namun penyebabnya yaitu Micobacterium tuberculosis baru ditemukan oleh Robert Koch pada tanggal 24 Maret 1882. TBC atau TB (Tuberkulosis) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Micobacterium tuberculosis.

Penyakit TB memang paling sering menyerang organ paru (sekitar 95%), namun sebenarnya dia dapat menyerang organ tubuh mana saja pada manusia. Pasti sudah pernah mendengar juga TB tulang, TB kelenjar, TB kulit dan lainnya kaann??

Nah, bakteri ini juga bisa menyerang anak-anak loh. Jadi bukan orang dewasa, orang tua atau orang yang sering merokok saja yang rentan terhadap penyakit ini. Anak yang memiliki ketahanan tubuh rendah juga dapat tertular dan menderita TB, seperti anak yang mengalami gizi buruk, anak dengan HIV/AIDS, dan mereka yang memperoleh obat-obatan yang menurunkan imunitas tubuh dan sebagainya.  

Anak dapat dicurigai menderita TB bila:

1. Memiliki kontak yang erat dengan penderita TB. Maksudnya, bila ada penderita TB yang tinggal serumah dengannya, misalnya kakek, nenek, atau orang tuanya, maka anak akan memiliki resiko tinggi untuk tertular TB.

2. Adanya reaksi kemerahan saat penyuntikan imunisasi BCG. Imunisasi BCG adalah imunisasi untuk mencegah penyakit TB. Biasanya diberikan saat bayi berusia 2-3 bulan.

Bila sesaat setelah pemberian imunisasi ini, daerah sekitar suntikan mengalami kemerahan yang luas, maka kemungkinan si kecil telah terinfeksi oleh kuman ini, bisa ditularkan oleh orang tuanya (ibu atau orang dewasa lain yang berkontak erat dengannya).

3. Adanya gejala umum TB.

Gejala TB:

Perlu diketahui, Moms, gejala penyakit TB pada anak dan dewasa tidak sama. Beberapa gejala yang tampak pada penderita dewasa belum tentu juga akan dialami anak yang menderita TB, demikian juga sebaliknya.

Agak sulit menemukan penderita TB pada anak, karena gejala yang ditimbulkannya tampak tidak terlalu spesifik, hampir menyerupai penyakit lain, bahkan seringkali diabaikan. Selain itu juga karena masyarakat masih banyak yang kurang mendapatkan informasi mengenai TB anak.  

Berikut beberapa gambaran gejala umum TB pada anak:

1. Berat badan turun selama 3 bulan berturut-turut tanpa sebab yang jelas, dan tidak mengalami kenaikan setelah dilakukan penanganan gizi yang baik oleh petugas kesehatan.

2. Tidak nafsu makan.

3. Gagal tumbuh, atau berat badan tidak naik dengan cukup.

4. Demam lama atau berulang tanpa sebab.

5. Berkeringat malam hari.

6. Terdapat benjolan/ pembesaran kelenjar di bawah kulit yang tidak terasa nyeri.

7. Nyeri dada.

8. Diare berulang.

9. Pada anak, kuman TB dapat menyerang lapisan pembungkus otak (menings) dan menyebabkan meningitis TB (radang selaput otak akibat TB), memberikan gejala demam tinggi, penurunan kesadaran dan kejang.

10. Batuk lama dan atau batuk disertai darah, yang biasanya menjadi ciri/tanda TB pada penderita dewasa, bukan merupakan tanda khas pada TB anak. TB pada anak dapat terjadi meskipun si anak tidak mengalami batuk.  

Penularan TB:

Penularan penyakit TB melalui udara, bisa terjadi saat seorang penderita batuk, bersin atau meludah.

Pada anak, biasanya akan tertular oleh penderita dewasa yang ada disekitarnya. Sekitar 30-50% anak yang kontak dengan penderita Tb dewasa akan memberikan hasil tes Mantoux/ uji Tuberkulin positif. Penderita anak tidak dapat menularkan penyakit ini ke orang lain.  

Pemeriksaan dan diagnosa TB:

Untuk memastikan apakah anak terserang TB, selain dengan wawancara dan pemeriksaan klinis oleh dokter, juga perlu dilakukan pemeriksaan tambahan/ penunjang, seperti:

1. Pemeriksaan laboratorium (darah, dahak dan cairan otak). Untuk bayi dan anak kecil, pemeriksaan dahak dapat dilewatkan, karena mereka belum dapat mengeluarkan dahak dengan benar.

2. Tes Mantoux. Merupakan cara yang memiliki sensitifitas yang cukup tinggi untuk mendiagnosis TB. Cara melakukan tes ini yaitu dengan menyuntikkan protein yang berasal dari kuman TB sebanyak 0,1 ml menggunakan jarum kecil, di bawah lapisan kulit lengan bawah sebelah kiri.

Reaksi yang muncul setelah 48-72 jam adalah berupa benjolan dan warna kemerahan pada daerah sekitar suntikan. Bila diameter benjolan/ indurasi yang terjadi lebih dari 10 mm maka dinyatakan positif terinfeksi kuman TB 3. Foto Rontgen dada  

Pengobatan TB:

Bila seorang anak telah didiagnosis menderita TB, maka dia akan mendapatkan pengobatan rutin yang harus diminumnya setiap hari selama 6 bulan. Sebaiknya jangan memberhentikan obat atas inisiatif sendiri, ya Moms, walaupun keadaan si kecil sudah membaik.

Obat yang dihentikan tanpa instruksi dari dokter, justru akan membuat kuman menjadi lebih kebal terhadap obat tersebut, dan membuat penanganan terapi si anak menjadi lebih sulit. Orang tua dan anggota keluarga yang lain, seharusnya membantu mengawasi kepatuhan anak minum obat.

Selain itu, perbaikan gizi juga harus diperhatikan. Berikan makanan bergizi seimbang. Karena status gizi yang baik akan membantu tubuh anak untuk memperbaiki sistem imunnya melawan kuman TB.

Istirahat yang cukup, menjauhkan anak dari paparan asap rokok dan kebersihan lingkungan juga diperlukan dalam proses penyembuhan.  

Pencegahan TB:

Walaupun penyakit TB mudah menular, terdapat beberapa tindakan yang dapat Moms lakukan untuk menjaga kesehatan anak dan mencegahnya tertular penyakit ini.

Beberapa tindakan pencegahan yang dapat dilakukan di antaranya:

1. Menjaga pola hidup sehat, seperti memberikan makanan sehat dan bergizi, serta olah raga yang teratur.

2. Terapkan konsep rumah sehat. Rumah yang sehat yaitu rumah yang memiliki jendela yang dapat dibuka untuk sirkulasi/ pertukaran udara. Buka jendela terutama saat pagi hari, agar sinar matahari dapat masuk ke dalam rumah.

3. Bila ada anggota keluarga yang menderita TB dan sedang manjalani pengobatan rutin, jauhkan anak anda, dan tidurkan terpisah dengan penderita, terutama di saat 2 minggu pertama pengobatan.

4. Tidak meludah di sembarang tempat (untuk penderita TB).

5. Bila ada salah satu anggota keluarga yang menderita TB, segera dapatkan pengobatan rutin Tb yang terdapat di Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat, agar tidak menular ke anak anda.

Semakin cepat kita mendeteksi penderita TB, maka akan semakin baik kesempatannya untuk sembuh, dan mengurangi penyebaran penyakit ini ke orang lain. Deteksi. Obati. Stop TB!

Thursday, March 6, 2014

Mengenali Gejala Asma Pada Anak Dan Cara Mencegahnya

Thursday, March 06, 2014
Asma disebut pula mengi atau sesak nafas.

Asma adalah penyakit yang menyebabkan penyempitan saluran nafas (bronchus) di paru-paru. Penyempitan tersebut terjadi karena adanya proses pembengkakan dan peradangan serta produksi lendir yang berlebihan akibat faktor pencetus.

Karena jalan udara yang dilewati menyempit, maka udara akan lebih sulit lewat di saluran tersebut dan menimbulkan bunyi dengan frekuensi tinggi (ngiikk..ngiik..) dan anak menjadi sulit bernafas.

Oleh karena itu, asma sering pula disebut sebagai mengi. 1 dari 4 anak dapat mengalami asma semasa kecilnya. Asma sering berkaitan dengan adanya riwayat alergi dalam keluarga.

Gejala asma.

Secara umum, asma memberikan gejala seperti:

- Batuk.

- Suara frekuensi tinggi saat menghembuskan nafas.

- Tarikan dinding dada atau bagian bawah leher.

- Batuk lebih sering saat malam hari, cuaca dingin.

- Dapat dipicu oleh aktifitas fisik yang terlalu berat.

- Kesulitan bernafas.

- Anak menunjukkan posisi tubuh tertentu, seperti membungkuk atau posisi tripod.  

Apa sih penyebab Asma?

Asma biasanya berhubungan dengan riwayat alergi, Moms. Orang tua yang mengidap alergi akan memiliki anak yang resiko terkena asma lebih tinggi daripada anak lainnya.

Penyakit ini dapat dipicu oleh beberapa keadaan seperti:

- Lingkungan berdebu.

- Cuaca dingin.

- Flu.

- Bulu binatang peliharaan.

- Makanan tertentu.

- Paparan asap rokok dan asap kendaraan.

- Atau kegiatan fisik yang berlebihan.  

Penanganan Asma:

Asma dapat diatasi dengan 2 macam cara pengobatan:

1. Pereda serangan (reliever). Berfungsi saat serangan sedang terjadi. Biasanya berbentuk obat inhalasi (dihirup).

2. Pencegah serangan (controller). Untuk mencegah terjadinya serangan. Obat yang tersedia biasanya dalam bentuk pil atau inhaler.

Bila si kecil memiliki resiko terkena asma, sebaiknya lakukan tindakan pencegahan sebelum terkena serangan.  

Langkah pencegahan dapat berupa:

1. Hindari pencetus utama asma.

2. Jauhkan si kecil dari debu atau asap rokok.

3. Berikan makanan yang sehat dan alami.

4. Hindari makanan pencetus asma, seperti makanan yang berasal dari produk susu, kacang-kacangan, makanan laut, telur atau makanan pencetus alergi lain.

5. Sebaiknya tidak memelihara hewan piaraan yang berbulu panjang, seperti anjing atau kucing.

6. Biasakan untuk berolahraga secara rutin.

Thursday, January 16, 2014

Gejala Diare Pada Anak dan Cara Mengatasinya

Thursday, January 16, 2014
Setelah membahas tentang penyakit demam berdarah yang sering menyerang saat musim penghujan, kali ini saya akan membahas tentang penyakit lain yang juga mewabah di musim hujan, yaitu diare.

Diare adalah keadaan BAB yang lebih sering dari biasanya (>4x) dengan konsistensi yang lembek/ encer/ cair. Disertai dengan lendir, berbusa dan berbau amis. Kadang ada juga yang mengalami mual dan muntah.

Diare dapat dikarenakan kontaminasi air dan bahan makanan oleh bakteri dan parasit. Penyebab diare beragam, yang paling sering adalah rotavirus, bakteri dan parasit.

Penularan:

Penyakit diare menular melalui kontak langsung dengan penderita, atau kontak dengan makanan, minuman atau benda lain yang telah terkontaminasi bakteri, virus dan parasit.

Gejala:

Gejala diare diantaranya:

- BAB yang lebih encer dan lebih sering dari biasanya.

- Demam.

- Nyeri perut.

- Kadang disertai dengan mual dan muntah.

- Seringkali nafsu makan hilang.

- Penyakit diare dapat menjadi sangat buruk dan dapat mengancam nyawa bayi dan anak. Maka pada bayi/ anak, hendaknya dilakukan pengawasan yang sangat cermat untuk mencari tanda dehidrasi/ kekurangan cairan tubuh.

Gejala dan tanda dehidrasi seperti:

- Mata cekung.

- Rasa haus terus menerus.

- Mulut dan bibir kering.

- Ubun-ubun besar pada bayi cekung.

- Menangis tanpa air mata.

- Kencing yang sedikit.

- Selalu mengantuk.

- Dan lemah.

Tindakan yang dapat anda lakukan di rumah saat anak diare :

1. Tetap berikan ASI pada bayi.

2. Berikan larutan oralit atau minuman lain yang dapat dikonsumsi si kecil.

3. Lanjutkan pemberian makan seperti biasa, namun perlu menghindari makanan yang merangsang pencernaan, seperti makanan yang terlalu kecut atau pedas, dan makanan olahan yang mengandung penyedap, pewarna atau bahan tambahan lainnya.

4. Jangan memberikan antidiare pada anak.

Bawa segera si kecil ke RS atau layanan kesehatan terdekat bila:

1. Si kecil mengalami diare terus menerus selama 12 jam.

2. BAB mengandung darah.

3. Diare dengan disertai muntah.

4. Demam lebih dari 39 derajat celcius.

5. Lemas atau anak ingin tidur terus.

6. Ada tanda dehidrasi seperti telah disebutkan diatas.

Penyakit diare dapat dicegah dengan:

- Mencuci bahan makanan lebih teliti. Lebih baik mencuci dibawah air mengalir.

- Gunakan air yang telah dimasak hingga mendidih untuk membuat susu dan air minum.

- Mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan dan setelah membersihkan BAB, untuk mencegah penularan ke anggota keluarga yang lain.

Monday, January 6, 2014

Demam Berdarah, Penyakit Musim Penghujan

Monday, January 06, 2014
Pada musim hujan terdapat beberapa penyakit yang sering menyerang anak, seperti Demam Berdarah, diare dan influenza.

Penyakit Demam berdarah disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan atau disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Demam berdarah banyak terdapat pada daerah beriklim tropis dan subtropis di seluruh dunia. Biasanya penyakit Demam berdarah muncul saat musim penghujan dimana keadaan lingkungan bersuhu lembab.

Gejala Demam berdarah yang paling sering ditemukan yaitu:

- Demam tinggi mendadak selama 2-7 hari.

- Nyeri kepala.

- Nyeri otot.

- Nyeri perut.

- Mual/muntah.

- Terdapatnya beberapa manifestasi perdarahan, seperti bercak merah pada kulit, mimisan, atau BAB hitam.

Bila lambat terdeteksi, demam berdarah dapat mengakibatkan keadaan syok, akibat bocornya pembuluh darah, yang akan menyebabkan kematian. Syok lebih sering terjadi pada bayi dan anak dengan angka kematian yang cukup tinggi.

Gejala penyakit Demam Berdarah hampir mirip dengan beberapa penyakit lainnya, seperti influenza, radang tenggorokan, thyfoid/ tipus, malaria, dan lainnya. Pada bayi dan anak kecil yang belum mampu mengutarakan keluhannya, demam menjadi gejala yang paling menonjol.

Oleh karena itu ketelitian pemeriksaan dan anamnesa yang tepat sangat dibutuhkan, karena seringkali dapat mengecoh.

Pemeriksaan darah sering merupakan alat pemeriksaan yang cukup baik untuk menentukan diagnosa Demam Berdarah.

Pengobatan

Tidak ada obat spesifik untuk terapi penyakit Demam Berdarah. Pasien hanya dianjurkan lebih banyak minum untuk menghindari dari keadaan dehidrasi akibat demam dan muntah yang berlebihan.

Pemberian obat penurun panas seperti Paracetamol sangat membantu mengurangi demam dan nyeri otot. Hindari pemberian penurun panas jenis Ibuprofen karena akan meningkatkan resiko perdarahan.

Apabila keadaan anak telah sangat lemah dan tidak mampu minum dengan kuat, lebih baik segera dilakukan penanganan lebih lanjut seperti rawat inap di RS untuk diberikan larutan elektrolit, mencegah keadaan yang lebih buruk seperti syok.

Pencegahan Demam Berdarah

Belum ada vaksin untuk mencegah penyakit Demam berdarah. Langkah yang dapat dilakukan dalam mencegah penyakit ini yaitu dengan menghindari gigitan nyamuk Aedes aegypti dan albopictus.

Pengendalian nyamuk vector Demam berdarah dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan, seperti menguras bak mandi minimal seminggu sekali, mengubur barang-barang bekas yang dapat digunakan sebagai sarang nyamuk Aedes untuk bertelur, menutup tempat penampungan air, dan lainnya.

Pengasapan atau fogging juga berguna untuk membunuh nyamuk Aedes dewasa. Sedangkan jentik nyamuk dapat dibasmi dengan pemberian bubuk abate pada tempat penampungan air.

Hindari gigitan nyamuk terutama saat pagi dan siang hari dengan menggunakan kelambu, obat anti nyamuk atau menggunakan pakaian yang tertutup.

Segera periksakan diri dan keluarga anda ke dokter bila terdapat tanda Demam berdarah seperti di atas.