Showing posts with label bayi. Show all posts
Showing posts with label bayi. Show all posts
Monday, March 14, 2016
Mengapa Bayi Tidak Mau Menyusu, Apa Yang Moms Dapat Lakukan?
Monday, March 14, 2016
Beberapa ibu muda mengeluhkan anaknya yang sangat sulit untuk menyusu. Hal ini tentu membuat orang tua menjadi panik dan dapat mengakibatkan gagalnya pemberian ASI eksklusif, karena khawatir asupan bayi mereka kurang yang membuatnya dehidrasi ataupun gagal tumbuh.
Untuk itu, perlu diketahui dulu beberapa penyebab mengapa bayi menjadi tidak mau menyusu, diantaranya:
1. Masalah teknik menyusui. Teknik menyusui yang salah dapat membuat aliran ASI menjadi tidak lancar sehingga bayi menjadi marah kemudian malas menyusu.
2. Bingung puting. biasanya terjadi pada bayi yang sudah pernah diberikan susu formula melalui botol, shingga bayi bingung saat harus menyusu langsung melalui payudara ibu.
3. Akibat nyeri yang didapat selama proses persalinan, terutama saat persalinan menggunakan alat seperi vacum.
4. Aliran ASI yang terlalu deras atau malah tersumbat. ASI yang terlalu deras dapat membuat bayi sering tersedak dan membuatnya terganggu saat menyusu.
Hal itu tentu sangat mengganggu kenyamanan bayi. demikian pula aliran ASI yang terhambat akibat payudara yang bengkak juga membuat bayi tidak dapat menghisap susu sebanyak yang diinginkannya, dan membuat bayi ngambek untuk menyusu lagi
5. Bayi sakit, seperti pilek atau sariawan.
6. Suasana yang tidak nyaman bagi bayi, seperti terlalu ramai.
7. Pemberian susu dengan penjadwalan, yang membuat bayi dalam keadaan sudah terlalu lapar, sehingga marah.
8. Adanya kelainan anatomi pada lidah.
Lalu apa yang dapat moms lakukan?
Segera cari penyebab yang mungkin membuat bayi menjadi malas atau tidak mau menyusu.
Perbaiki teknik menyusui anda, terutama pada perlekatannya.
Kondisi psikologis ibu yang panik atau putus asa semakin memperburuk keadaan, karena membuat produksi ASI dapat berkurang.
Konsultasikan dengan dokter atau konselor laktasi untuk menemukan masalah dan memecahkannya sesegera mungkin.
Apakah Makanan Ibu Menyusui Berpengaruh ke Bayi?
Monday, March 14, 2016
Beberapa makanan memang sangat mempengaruhi kesehatan bayi anda, Moms. untuk itu, ibu menyusui diharapkan untuk menghindari makanan berikut:
1. Minuman berkafein, seperti cokelat, kopi. kafein akan membuat bayi menjadi rewel dan tidak tenang.
2. Minuman beralkohol.
3. Makanan yang mengandung MSG (Monosodium lumatamat) yang berlebihan.
4. Obat-obatan, terutama antibiotik dan anti kanker.
5. Apabila anda atau keluarga memiliki riwayat alergi, diharapkan berhati-hati mengkonsumsi produk susu, sepertu susu, keju, yoghurt. Makanan dan minuman yang berasal dari susu akan membuat pencernaan bayi menjadi tidak nyaman.
6. Makanan yang mengandung gas, seperti kol atau minuman bersoda.
7. Makanan yang beraroma sangat kuat, seperti durian, juga akan mempengaruhi konsumsi ASI bayi anda.
Monday, February 15, 2016
Tanda Bahaya Pada Bayi Baru Lahir
Monday, February 15, 2016
Setiap orang tua pastinya mendambakan anaknya tumbuh sehat sejak kelahiran hingga dewasa. Namun terdapat beberapa kondisi yang dapat menyebabkan anak menjadi sakit beberapa saat hingga beberapa bulan pertama kehidupannya.
Berikut terdapat beberapa tanda bayi sakit yang dapat Moms cermati. Apabila anda menemukan salah satu atau beberapa tanda berikut, segera bawa si kecil ke dokter untuk memeriksakan kesehatannya.
Beberapa tanda menunjukkan keadaan yang gawat dan dapat menyebabkan kematian apabila terlambat dikenali dan ditindaklanjuti.
Tanda tersebut adalah:
1. Demam. Disebut demam bila suhu tubuh bayi lebih dari 37.5°C. Atau justru teraba sangat dingin dengan suhu kurang dari 36.5°C.
Demam menunjukkan bahwa si kecil mengalami infeksi. Sedangkan suhu tubuh yang rendah (hipotermi) biasanya terjadi pada bayi prematur. Keduanya dapat membahayakan kesehatan buah hati anda.
2. Bayi lemah dan merintih. Keadaan ini menunjukkan bayi sedang sakit berat.
3. Sesak nafas, dengan frekuensi nafas lebih dari 60x permenit.
4. Bayi kuning. Tubuh bayi kuning normalnya saat usianya 1 hingga 14 hari pertama. Waspadai bila warna kuning pada bayi muncul sebelum 24 jam sejak kelahirannya, atau saat usianya lebih dari 14 hari, serta kuning menyeluruh hingga telapak tangan dan kaki.
5. Kejang. Kejang pada bayi sangat sulit dikenali. Segera periksakan bila bayi anda mengalami gerakan yang tidak wajar berulang-ulang.
6. Diare. Diare dapat menyebakan dehidrasi yaitu suaru keadaan kurangnya cairan tubuh. Tanda dehidrasi seperti mata cekung, ubun-ubun cekung, lemah, dan kesadaran menurun. Segera bawa ke dokter atau pusat kesehatan terdekat untuk mendapat pertolongan. Diare dengan deidrasi berat dapat mengancam nyawa bayi.
7. Bayi menjadi sulit minum atau memuntahkan semua yang diminum.
8. Pusar berwarna kemerahan hingga dinding perut. Merupakan tanda infeksi tali pusat yang berat.
9. Mata bayi mengeluarkan banyak nanah. Tanda mata bayi mengalami infeksi yang dapat menyebabkan kebutaan apabila tidak ditangani dengan tepat.
10. Feses bayi berwarna pucat.
Berikut terdapat beberapa tanda bayi sakit yang dapat Moms cermati. Apabila anda menemukan salah satu atau beberapa tanda berikut, segera bawa si kecil ke dokter untuk memeriksakan kesehatannya.
Beberapa tanda menunjukkan keadaan yang gawat dan dapat menyebabkan kematian apabila terlambat dikenali dan ditindaklanjuti.
Tanda tersebut adalah:
1. Demam. Disebut demam bila suhu tubuh bayi lebih dari 37.5°C. Atau justru teraba sangat dingin dengan suhu kurang dari 36.5°C.
Demam menunjukkan bahwa si kecil mengalami infeksi. Sedangkan suhu tubuh yang rendah (hipotermi) biasanya terjadi pada bayi prematur. Keduanya dapat membahayakan kesehatan buah hati anda.
2. Bayi lemah dan merintih. Keadaan ini menunjukkan bayi sedang sakit berat.
3. Sesak nafas, dengan frekuensi nafas lebih dari 60x permenit.
4. Bayi kuning. Tubuh bayi kuning normalnya saat usianya 1 hingga 14 hari pertama. Waspadai bila warna kuning pada bayi muncul sebelum 24 jam sejak kelahirannya, atau saat usianya lebih dari 14 hari, serta kuning menyeluruh hingga telapak tangan dan kaki.
5. Kejang. Kejang pada bayi sangat sulit dikenali. Segera periksakan bila bayi anda mengalami gerakan yang tidak wajar berulang-ulang.
6. Diare. Diare dapat menyebakan dehidrasi yaitu suaru keadaan kurangnya cairan tubuh. Tanda dehidrasi seperti mata cekung, ubun-ubun cekung, lemah, dan kesadaran menurun. Segera bawa ke dokter atau pusat kesehatan terdekat untuk mendapat pertolongan. Diare dengan deidrasi berat dapat mengancam nyawa bayi.
7. Bayi menjadi sulit minum atau memuntahkan semua yang diminum.
8. Pusar berwarna kemerahan hingga dinding perut. Merupakan tanda infeksi tali pusat yang berat.
9. Mata bayi mengeluarkan banyak nanah. Tanda mata bayi mengalami infeksi yang dapat menyebabkan kebutaan apabila tidak ditangani dengan tepat.
10. Feses bayi berwarna pucat.
Saturday, January 30, 2016
Kenapa Bayi Bisa Lahir Prematur, Komplikasi Dan Perawatannya
Saturday, January 30, 2016
Disebut bayi prematur apabila bayi lahir terlalu cepat, atau sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu.
Penyebab bayi lahir prematur bisa bermacam-macam, diantaranya:
1. Kehamilan dengan usia ibu yang terlalu muda atau terlalu tua. Usia ibu yang kurang dari 18 tahun atau lebih dari 40 tahun.
2. Adanya infeksi pada ibu selama kehamilan, misalnya infeksi saluran kemih yang berlarut-larut tanpa pengobatan yang adekuat.
3. Penyakit pada ibu atau janin, seperti tekanan darah tinggi, anemia, diabetes.
4. Masalah gizi pada ibu hamil.
5. Masalah pada tali pusar, seperti plasenta previa.
6. Adanya kelainan anatomi bentuk rahim atau leher rahim ibu.
7. Adanya aktifitas fisik yang berlebihan.
8. Riwayat melahirkan bayi prematur sebelumnya.
9. Kehamilan dengan bayi kembar 2 atau lebih.
10. Ibu yang merokok atau penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan.
11. Adanya faktor psikologis pada ibu.
12. Jarak kehamilan yang terlalu dekat dengan kehamilan sebelumnya.
13. Trauma, seperti benturan akibat kecelakaan atau terjatuh, atau kekerasan fisik lainnya.
14. Bayi dengan kelainan bawaan.
15. Adanya kondisi gawat janin.
Dengan mengetahui penyebab dari kelahiran prematur, diharapkan setiap ibu menjadi waspada dan dapat menghindari faktor resiko diatas.
Perubahan gaya hidup pada wanita hamil ke arah gaya hidup sehat dengan menghindari alkohol dan menjauhi asap rokok, atau dengan konsumsi makanan sehat seimbang.
Komplikasi bayi prematur.
Bayi yang lahir secara prematur memiliki lebih banyak resiko komplikasi kesehatan dibandingkan bayi yang lahir dengan usia kehamilan normal.
Beberapa komplikasi yang sering dialami oleh bayi prematur, yaitu:
1. Masalah pernafasan.
Merupakan masalah yang paling sering dialami oleh bayi prematur. Bayi-bayi ini mengalami gangguan pernafasan akibat pematangan organ paru yang belum sempurna.
Bayi prematur sering mengalami apneu, atau berhentinya nafas selama beberapa detik hingga menyebabkan dia berwarna kebiruan akibat kekurangan oksigen. Sehingga terkadang bayi-bayi ini memerlukan alat bantu pernafasan pada minggu-minggu awal kehidupannya.
2. Hipotermi.
Yaitu suhu tubuh yang sangat rendah, dibawah 36,5°C pada pengukuran di ketiak. Hipotermi pada bayi sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan kematian.
Hipotermi lebih sering terjadi pada bayi prematur karena masih sedikitnya lemak cokelat yang biasanya baru terbentuk saat usia kehamilan memasuki trimester ketiga.
Lemak cokelat berfungsi sebagai penghasil energi dan menjaga agar suhu tubuh bayi tetap hangat.
3. Ikterus.
Bayi berwarna kuning, karena jaringan hati masih belum matang, sehingga proses metabolisme belum sempurna.
4. Kelainan jantung.
5. Sistem imunitas yang masih rendah, sehingga bayi akan mudah terkena infeksi.
6. Perdarahan otak.
7. Retinopathy of prematurity, yaitu kelainan pembuluh darah pada retina mata.
8. Kemampuan menelan dan refleks menghisap yang belum berkembang dengan baik menyebabkan kesulitan pemberian intake makanan pada bayi prematur.
Karena kondisinya yang berbeda dengan bayi yang lahir cukup bulan, bayi prematur memerlukan perawatan yang lebih intensif baik oleh petugas kesehatan, orang tua, maupun anggota keluarga yang lain.
Berikut perawatan bayi prematur yang dapat moms dan dad lakukan saat si kecil sudah berada di rumah:
1. Untuk menjaga suhu tubuhnya agar tetap hangat, maka suhu ruangan dimana bayi tinggal harus berada antara suhu 24-27°C.
2. Lakukan metode kanguru.
Metode kanguru yaitu suatu metode yang dilakukan untuk menghangatkan tubuh bayi dengan cara menempelkan tubuh bayi dan tubuh ibu secara langsung (skin to skin kontak) tanpa penghalang baju.
Dengan cara ini, ibu atau orang tua dapat tetap beraktifitas seperti biasa dengan terus membawa si kecil dalam gendongannya.
Keuntungannya dari cara ini adalah untuk:
- Mencegah bayi mengalami hipotermi.
- Mendekatkan sumber makanannya yaitu asi.
- Mengurangi resiko infeksi pada bayi.
- Meningkatkan bonding dan stimulasi ibu dan bayi.
- Mempercepat pertumbuhan dan perkembangan bayi.
- Menurunkan angka kematian bayi prematur.
Posisi bayi dalam metode ini yaitu posisi tegak di dada ibu, diantara kedua payudara ibu, tanpa baju atau penghalang antara tubuh bayi dan ibu. Bayi hanya memakai pokok, topi dan kaos kaki. Kepala bayi menghadap ke kanan atau ke kiri, dengan posisi kepala sedikit menengadah.
Bayi diamankan dengan kain panjang atau gendongan. Batas kain berada di bawah telinga bayi, sehingga tidak menutup hidung bayi, dan ibu masih dapat melakukan kontak mata dengan si kecil.
3. Cara memandikan bayi prematur.
Bayi yang lahir prematur hendaknya tidak langsung dimandikan, karena akan menyebabkan hipotermia.
Apabila badannya kotor terkena gumoh, kencing atau kotorannya, cukup dibersihkan dengan cara diseka menggunakan kain lembut yang dibasahi dengan air hangat dan mengganti bajunya.
Bayi yang belum lepas pusarnya juga hendaknya tidak dimandikan dengan cara diredam dalam air, namun cukup dengan menyekanya menggunakan kain basah.
Mandikan bayi setelah keadannya stabil. Bayi prematur cukup dimandikan 2-4 hari sekali. Terlalu sering memandikan bayi prematur akan membuat kulitnya kering.
Mandikan bayi 30 menit sebelum jadwal minum susu berikutnya, untuk mencgah perut kembung atau rasa tidak nyaman diperutnya.
4. Perawatan tali pusat.
Tali pusat hendaknya harus selalu bersih dan kering. Jangan mengoleskan zat apapun pada tali pusanya.
Letakkan diapers dibawah tali pusat, agar tidak terkontaminasi dengan air kencing dan kotoran bayi.
Bila daerah sekitar tali pusat kotor terkena kencing atau kotorannya, bersihkan pangkalnya menggunakan kapas alkohol 70%, atau air bersih dan sabun.
Penyebab bayi lahir prematur bisa bermacam-macam, diantaranya:
1. Kehamilan dengan usia ibu yang terlalu muda atau terlalu tua. Usia ibu yang kurang dari 18 tahun atau lebih dari 40 tahun.
2. Adanya infeksi pada ibu selama kehamilan, misalnya infeksi saluran kemih yang berlarut-larut tanpa pengobatan yang adekuat.
3. Penyakit pada ibu atau janin, seperti tekanan darah tinggi, anemia, diabetes.
4. Masalah gizi pada ibu hamil.
5. Masalah pada tali pusar, seperti plasenta previa.
6. Adanya kelainan anatomi bentuk rahim atau leher rahim ibu.
7. Adanya aktifitas fisik yang berlebihan.
8. Riwayat melahirkan bayi prematur sebelumnya.
9. Kehamilan dengan bayi kembar 2 atau lebih.
10. Ibu yang merokok atau penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan.
11. Adanya faktor psikologis pada ibu.
12. Jarak kehamilan yang terlalu dekat dengan kehamilan sebelumnya.
13. Trauma, seperti benturan akibat kecelakaan atau terjatuh, atau kekerasan fisik lainnya.
14. Bayi dengan kelainan bawaan.
15. Adanya kondisi gawat janin.
Dengan mengetahui penyebab dari kelahiran prematur, diharapkan setiap ibu menjadi waspada dan dapat menghindari faktor resiko diatas.
Perubahan gaya hidup pada wanita hamil ke arah gaya hidup sehat dengan menghindari alkohol dan menjauhi asap rokok, atau dengan konsumsi makanan sehat seimbang.
Komplikasi bayi prematur.
Bayi yang lahir secara prematur memiliki lebih banyak resiko komplikasi kesehatan dibandingkan bayi yang lahir dengan usia kehamilan normal.
Beberapa komplikasi yang sering dialami oleh bayi prematur, yaitu:
1. Masalah pernafasan.
Merupakan masalah yang paling sering dialami oleh bayi prematur. Bayi-bayi ini mengalami gangguan pernafasan akibat pematangan organ paru yang belum sempurna.
Bayi prematur sering mengalami apneu, atau berhentinya nafas selama beberapa detik hingga menyebabkan dia berwarna kebiruan akibat kekurangan oksigen. Sehingga terkadang bayi-bayi ini memerlukan alat bantu pernafasan pada minggu-minggu awal kehidupannya.
2. Hipotermi.
Yaitu suhu tubuh yang sangat rendah, dibawah 36,5°C pada pengukuran di ketiak. Hipotermi pada bayi sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan kematian.
Hipotermi lebih sering terjadi pada bayi prematur karena masih sedikitnya lemak cokelat yang biasanya baru terbentuk saat usia kehamilan memasuki trimester ketiga.
Lemak cokelat berfungsi sebagai penghasil energi dan menjaga agar suhu tubuh bayi tetap hangat.
3. Ikterus.
Bayi berwarna kuning, karena jaringan hati masih belum matang, sehingga proses metabolisme belum sempurna.
4. Kelainan jantung.
5. Sistem imunitas yang masih rendah, sehingga bayi akan mudah terkena infeksi.
6. Perdarahan otak.
7. Retinopathy of prematurity, yaitu kelainan pembuluh darah pada retina mata.
8. Kemampuan menelan dan refleks menghisap yang belum berkembang dengan baik menyebabkan kesulitan pemberian intake makanan pada bayi prematur.
Karena kondisinya yang berbeda dengan bayi yang lahir cukup bulan, bayi prematur memerlukan perawatan yang lebih intensif baik oleh petugas kesehatan, orang tua, maupun anggota keluarga yang lain.
Berikut perawatan bayi prematur yang dapat moms dan dad lakukan saat si kecil sudah berada di rumah:
1. Untuk menjaga suhu tubuhnya agar tetap hangat, maka suhu ruangan dimana bayi tinggal harus berada antara suhu 24-27°C.
2. Lakukan metode kanguru.
Metode kanguru yaitu suatu metode yang dilakukan untuk menghangatkan tubuh bayi dengan cara menempelkan tubuh bayi dan tubuh ibu secara langsung (skin to skin kontak) tanpa penghalang baju.
Dengan cara ini, ibu atau orang tua dapat tetap beraktifitas seperti biasa dengan terus membawa si kecil dalam gendongannya.
Keuntungannya dari cara ini adalah untuk:
- Mencegah bayi mengalami hipotermi.
- Mendekatkan sumber makanannya yaitu asi.
- Mengurangi resiko infeksi pada bayi.
- Meningkatkan bonding dan stimulasi ibu dan bayi.
- Mempercepat pertumbuhan dan perkembangan bayi.
- Menurunkan angka kematian bayi prematur.
Posisi bayi dalam metode ini yaitu posisi tegak di dada ibu, diantara kedua payudara ibu, tanpa baju atau penghalang antara tubuh bayi dan ibu. Bayi hanya memakai pokok, topi dan kaos kaki. Kepala bayi menghadap ke kanan atau ke kiri, dengan posisi kepala sedikit menengadah.
Bayi diamankan dengan kain panjang atau gendongan. Batas kain berada di bawah telinga bayi, sehingga tidak menutup hidung bayi, dan ibu masih dapat melakukan kontak mata dengan si kecil.
3. Cara memandikan bayi prematur.
Bayi yang lahir prematur hendaknya tidak langsung dimandikan, karena akan menyebabkan hipotermia.
Apabila badannya kotor terkena gumoh, kencing atau kotorannya, cukup dibersihkan dengan cara diseka menggunakan kain lembut yang dibasahi dengan air hangat dan mengganti bajunya.
Bayi yang belum lepas pusarnya juga hendaknya tidak dimandikan dengan cara diredam dalam air, namun cukup dengan menyekanya menggunakan kain basah.
Mandikan bayi setelah keadannya stabil. Bayi prematur cukup dimandikan 2-4 hari sekali. Terlalu sering memandikan bayi prematur akan membuat kulitnya kering.
Mandikan bayi 30 menit sebelum jadwal minum susu berikutnya, untuk mencgah perut kembung atau rasa tidak nyaman diperutnya.
4. Perawatan tali pusat.
Tali pusat hendaknya harus selalu bersih dan kering. Jangan mengoleskan zat apapun pada tali pusanya.
Letakkan diapers dibawah tali pusat, agar tidak terkontaminasi dengan air kencing dan kotoran bayi.
Bila daerah sekitar tali pusat kotor terkena kencing atau kotorannya, bersihkan pangkalnya menggunakan kapas alkohol 70%, atau air bersih dan sabun.Wednesday, January 6, 2016
Metode Penyimpanan Asi Perah
Wednesday, January 06, 2016
Bagaimana cara menyimpan asi perah yang aman?Masih banyak para moms yang menanyakan tentang cara menyimpan dan mengolah asi perah.
Metode penyimpanan asi perah diperlukan bagi para ibu yang tidak dapat menyusui bayinya secara langsung, dikarenakan berbagai sebab.
Berikut beberapa hal yang perlu diketahui ibu dalam menyiapkan dan penyimpanan asip:
1. Selalu biasakan untuk mencuci tangan sebelum memerah atau mempersiapkan asi.
2. Pastikan wadah asi telah bersih dan kering.
Wadah penyimpan asi dapat berupa botol kaca yang berpenutup rapat, atau plastik khusus yang bebas kandungan bisphenol A (BPa).
Tempat penyimpanan asi harus dicuci dengan air panas dan sabun, serta dikeringkan sebelum diisi dengan asi perah.
3. Sesuaikan jumlah asi dalam 1 wadah penyimpanan dengan kebutuhan bayi dalam 1x minum.
4. Beri label tanggal saat asi diperah dan disimpan.
5. Gunakan asi yang lebih dulu disimpan.
6. Usahakan asi habis dalam 1x pemberian. Jangan menyimpan sisa asi yang sudah dikonsumsi untuk jadwal minum berikutnya.
7. Jangan mencampurkan asi yang telah dibekukan dengan asi yang baru diperah dalam 1 wadah.
8. Hindari mengocok asi perah, karena akan merusak komponen gizinya.
9. Sisakan ruang sekitar 2,5 cm dalam botol wadah penyimpan asi, karena volume asi akan meningkat saat beku
10. Simpan asi pada bagian freezer lemari es. Jangan letakkan pada bagian pintu lemari es.
Cara menghangatkan asip.
1. Pastikan anda mengambil asip yang bertanggal perah paling awal.
2. Asi yang masih beku, harus diturunkan dahulu dari freezer ke bagian lemari es bawah selama 1 malam sampai asip telah mencair seluruhnya, baru kemudian dihangatkan.
3. Bila telah mencair, rendam asi dalam wadah berisi air hangat selama beberapa menit hingga suhunya sesuai untuk diberikan pada bayi.4. Jangan memanaskan asi langsung diatas kompor.
5. Jangan menghangatkan asip dalam mikrowave. Selain merusak komponen asip, juga akan terbentuk titik-titik panas yang dapat melukai mulut bayi.
6. Untuk mengecek suhu asip, teteskan pada pergelangan tangan anda.
7. Berikan asip yang sudah dihangatkan dalam waktu 24 jam. Jangan membekukan ulang asip yang sudah dihangatkan.
Berikut anjuran lama penyimpanan asip.
- Meja (suhu ruangan max. 25°C) lama penyimpanan 6-8 jam.- Cooling bag tertutup (-15-4°c) lama penyipanan 24 jam.
- Lemari es (4°c) lama penyimpanan 5 hari.
- Freezer lemari es 1 pintu (-15°c) lama penyimpanan 2 minggu.
- Freezer lemari es 2 pintu (-18°c) lama penyimpanan 3-6 bln.
- Freezer dengan pintu diatas (-20°c) dapat disimpan selama 6-12 bln.
Simpan asip pada bagian belakang lemari es yang suhunya paling stabil.
Bila asip disipan lebih lama dari waktu yang dianjurkan, asip tetap aman dan dapat diberikan pada bayi, walaupun kualitasnya sudah menurun karena kandungan lemaknya mulai terdegradasi.
Thursday, November 5, 2015
Masalah Yang Sering Dijumpai Pada Bayi Baru Lahir, Bagaimana Menghadapinya?
Thursday, November 05, 2015
Terdapat beberapa masalah kesehatan yang umum dikhawatirkan oleh orang tua terhadap bayinya, terutama orang tua yang baru memiliki anak pertama.1. Masalah Buang air kecil dan buang air besar.
Pada 24 jam pertama bayi akan mengeluarkan mekonium, yaitu kotoran yang berwarna hijau kehitaman, lembek, dan lengket.
Mekonium berisi berbagai zat hasil metabolisme bayi selama masih dalam kandungan.
Setelah mekoniumnya bersih (biasanya sekitar 1-2 hari pertama), kotoran bayi akan berubah warna sesuai dengan susu yang dikonsumsinya.
Bayi yang hanya mengkonsumsi ASI (asi eksklusif) akan mengeluarkan fese dengan warna yang lebih cerah (kuning cerah), sedangkan bayi yang mengkonsumsi asi+sufor memiliki warna feses yang lebih gelap, kuning kecoklatan, kuning tua, cokelat, atau coklat kehijauan.
Bayi akan BAB sebanyak 3-4 kali sehari dengan bentuk kotoran yang menyerupai pasta gigi dan warnanya kekuningan.
Bentuk dan warna feses/ kotoran bayi akan berubah-ubah betuk dan warnanya, namun Moms tidak perlu cemas selama bayi anda tetap aktif, dapat menangis kuat serta masih bisa menyusu dengan baik.
Bayi baru lahir kencing sebanyak 2-3 kali dalam hari- hari pertamanya. Setelah itu frekuensinya akan meningkat hingga 5-6 kali pada akhir minggu pertama.
Perlu diperhatikan bila bayi anda tidak mengeluarkan kotoran dan atau kencing dalam 24 jam pertama, maka segera beritahu dokter anak anda.
Masalah berikut yang sering dikeluhkan oleh Moms tentang bayinya adalah:
2. Gumoh.
Sebenarnya gumoh adalah keadaan yang normal terjadi pada bayi usia 0-12 bulan.
Gumoh berbeda dengan muntah ya Moms..
Gumoh adalah keluarnya isi lambung tanpa didahului oleh rasa mual atau peningkatan tekanan perut.
Gumoh terjadi karena beberapa sebab keadaan berikut:
- Posisi lambung bayi yang lebih mendatar daripada ornag dewasa.
- Ukuran lambung yang masih kecil.
- Sebagian lambung masih berada dalam rongga dada.
- Fungsi katup lambung yang belum berkembang dengan baik.
Seiring bertambahnya usia si kecil, ukuran, posisi, dan fungsi katup lambung akan semakin berkembang dan membaik, sehingga frekuensi terjadinya gumoh akan menurun.
Lalu bagaimana cara mengatasi gumoh?
Berikut beberapa langkah yang dapat Moms lakukan bila si kecil mengalami gumoh:
1. Biasanya gumoh terjadi bila bayi minum terlalu banyak susu atau asi, sehingga akan 'tumpah' keluar lagi.
Berikan susu sesuai takaran kebutuhan cairan harian bayi, atau bila dia menyusu asi, berikan asi pada 1 payudara dulu. Kecuali bila si kecil menunjukkan tanda ingin menyusu lagi.
2. Sendawakan bayi setelah menyusu. Cara ini akan mengeluarkan udara yang berada dalam lambung bayi, yang dapat membuat bayi gumoh.
3. Posisikan kepala bayi lebih tinggi dari badannya 30-45 deraja, agar susu tidak berbalik keluar lagi.
4. Jangan menggoyang, mengayun, atau memijat bayi terutama daerah perut, dan jangan melakukan senam bayi segeea setelah bayi minum susu. Beri jarak sekitar 1 jam sebelum Moms akan melakukan pijat dan senam bayi.
Jadi ga perlu panik lagi ya Moms saat si kecil mengalami gumoh.
Problematika berikut yang sering ditanyakan oleh para orang tua adalah,
3. Hidung tersumbat pada bayi.
Mereka sering mengira bahwa buah hatinya terserang flu dan mengeluhkan sulit tidur dan minum susu akibat hidungnya yang tersumbat.
Keluhan ini biasanya terjadi saat bayi berusia 0-3 bulan. Namun seringkali yang terjadi adalah mereka bukan benar-benar mengalami pilek, namun hanya karena kotoran hidungnya yang menutup lubang hidung sikecil.
Karena lubang hidung bayi masih kecil, sehingga adanya sedik8t saja kotoran hidung dapat menyebakan dia menjadi sulit brnafas dan memberikan kesan sedang mengalami pilek.
Selain itu, peradangan ringan seperti adanya paparan oleh asap rokok, debu atau asap dalam rumah juga menyebabkan pembengkakan jaringan dalam rongga hidung.
Untuk mengatasi hidung tersumbat pada bayi, Moms tidak perlu panik dan buru-buru memberikan antibiotik.
Apabila penyebab hidungnya tersumbat adalah karena kotoran hidung, coba periksa apakah dapat anda keluarkan sendiri. Bila tidak, tidak perlu dipaksa. Usahakan si kecil bersin, sehingga dapat mendorong kotorannya keluar.
Bila penyebabnya adalah karena lendir, berikan tetesan asi atau latutan garam steril pada hidungnya, sebanyak 1 atau 2 tetes. Asi atau larutan garam steril itu dapat membantu mengurangi dan mengncerkan lendir yang menyumbat.
Tidak perlu panik ya Moms, seiring dengan pertambahan usianya, keluahan hidung tersumbat akan hilang dengan sendirinya, karena saluran nafasnya yang semakin membesar.
Banyak Moms yang bingung saat bayinya tiba-tiba menangis tanpa henti selama beberapa menit atau bahkan jam, tanpa tahu apa yang terjadi padanya atau bagaimana menenangkannya.
Bisa jadi si kecil sedang terserang kolik, Moms.
4. Kolik.
Bayi kolik ditandai dengan tangisannya yang keras, tanpa sebab yang jelas, dan bayi menjadi sangat sulit ditenangkan, tangisan biasanya terjadi di sekitar waktu yang sama (paling sering saat sore hingga malam hari), perut kembung, bayi menekukkan kakinya ke arah perut atau berusaha mengangkat punggungnya.
Banyak ahli yang mengaitkan kolik dengan beberapa faktor, seperti adanya alergi makanan, adanya masalah pada pencernaan bayi, hingga masalah psikologis bayi dan orang tua, atau gabungan dari beberapa faktor tersebut.
Namun demikian, Moms tidak perlu khawatir, karena umumnya perkembangan anak yang saat bayi mengalami kolik tetap normal tanpa adanya kelainan atau hambatan perkembangan. Kolik juga akan menghilang seiring dengan pertambahan usianya, biasanya pada usia sekitar 3 atau 4 bulan, bayi telah terbebas dari kolik.
Berikut yang dapat Moms lakukan saat si kecil mengalami serangan kolik:
1. Moms dapat memeriksa kesehatan dan keadaan bayi anda, cari penyebab yang membuatnya menangis. Apakah dia demam, popoknya basah, atau keadaan yang tidak nyaman lainnya.
2. Tetap tenang. Bantu bayi agar dia nyaman dengan keadaannya. Gendong dia dengan cara menelungkup di satu lengan, dipangku dengan menggoyangnya secara lembut, atau gendong dengan badan ditegakkan menempel dengan badan penggendong. Posisi-posisi tersebut dapat mengurangi rasa kurang nyaman yang dirasakan oleh si kecil.
3. Cari apakah ada riwayat alergi dalam keluarga, dan hindari, terutama bagi Moms yang menyusui bayinya. produk susu, coklat, kacang-kacangan, dan kafein, dapat mengiritasi saluran cerna bayi.
4. Kompres air hangat pada daerah perut.
5. Tengkurapkan si kecil pada lutut anda, kemudian usap berulang-ulang punggungnya.
Monday, May 4, 2015
Bayi Menangis Dengan Alasan Tidak Jelas. Apa Yang Moms Harus Lakukan?
Monday, May 04, 2015
Poin-poin dari artikel sebelumnya semuanya sudah moms cek. Popoknya bagus, perutnya full (kenyang), demam tidak ada, tapi kok masih rewel juga.Untungnya, moms bisa mencoba beberapa hal lain meskipun tidak tahu pasti penyebab rewelnya. Moms bisa mencobanya satu- persatu, sampai menemukan hal yang betul-betul dia inginkan.
Bayi butuh udara segar.
Ya, bayi juga seperti kita moms. Kadang dengan membuka pintu atau jendela dan melangkah keluar rumah dengan bayi kita akan membuatnya langsung berhenti menangis. Moms dan dads bisa kemudian mengajaknya keliling taman, memandang langit dan mengajaknya berbincang.
Air yang hangat.
Moms bisa mencoba menenangkannya dengan membasuhnya dengan air hangat. Kenapa tidak? Air hangat akan menenangkannya dan membuatnya nyaman.
Ingin bergerak.
Kadang menggendongnya, mengayun dengan gentle atau mendorong keretanya (stroller) cukup membuat bayi berhenti menangis.
Butuh sesuatu untuk diisap.
Mengisap bisa membuat detak jantung bayi lebih teratur dan menenangkan lambungnya. Meski demikian bukan berarti, bayi yang rewel atau menangis bisa langsung diberikan sesuatu untuk diisap seperti empeng.
Cobalah dulu menangkannya dengan cara yang lain dan menemukan masalahnya karena penggunaan empeng ada negatifnya.
Pijatan.
Sudah diketahui kalau pijatan memberikan banyak manfaat pada bayi, seperti dijelaskan di buku Bayi 1 Tahun Pertama. Umumnya bayi suka disentuh. Pastikan moms memberinya sentuhan yang lembut dan pelan. Bayi moms akan merasa nyaman.
Suara.
Ya, moms bisa mencoba memutarkan lagu/musik lembut, menyanyikannya ninabobo. Moms bisa mencoba dengan musik/lagu yang berbeda dan temukan yang paling disukai si kecil. Bahkan suara air mengalir, suara kipas yang bergerak, suara vacuum cleaner dapat menenangkan bayi.
Ingin diselimuti.
Terutama pada bayi baru lahir. Mereka suka dibedong/diselimuti dan lingkungan yang hangat. Yang moms mesti perhatikan tidak semua bayi suka ini dan hati-hati selimutnya menutup jalan napasnya.
Untuk menenangkan bayi, pastikan moms dan dads tenang karena tidak akan ada gunanya jika kita panik. Mengasuh bayi bukanlah pekerjaan mudah apalagi bagi moms baru. Tapi seiring waktu, moms akan semakin mengerti dan menyatu dengan bayinya sehingga moms bisa tahu apa keinginannya.
Dengan melakukan hal di atas dan mengecek segala sesuatu seperti yang sudah kami jelaskan di artikel sebelumnya pada umumnya bayi akan kembali tenang.
Akan tetapi jika dia masih menangis mungkin moms bisa melakukan hal di bawah ini.
1. Tempatkan bayi moms di tempat yang aman dan tenang dan biarkan dia menangis.
2. Hubungi teman, keluarga, ibu atau mertua moms dan minta saran, siapa tau mereka punya ide yang mungkin moms lewatkan.
3. Moms bisa memberinya ke orang lain untuk menjaganya sementara moms beristirahat sejenak dan menenangkan diri.
4. Moms boleh memutar musik pelan untuk menenangkan diri sejenak.
5. Tarik napas panjang. Dan tenangkan diri moms. Menangis tidak akan membahayakan bayi moms dan setelah mengecek semuanya dan ternayata baik-baik saja, moms tidak perlu khawatir berlebihan.
6. Yakinlah bayi moms akan kembali tenang dan ia akan segera kembali ke keadaan sebelumnya.
Sunday, May 3, 2015
Penyebab bayi rewel, menangis yang perlu moms tahu dan cara mengatasinya
Sunday, May 03, 2015
Bayi rewel atau menangis akan menghiasi hari-hari Moms membesarkan si buah hati. Tapi, tidak perlu panik dan pusing ya moms.Bayi dengan menangis adalah cara mengkomunikasikan keluhan dan kebutuhan bayi, rasa lapar, sakit, tidak nyaman, butuh tidur, lapar, dan lain-lain.
Akan sedikit sulit untuk menafsirkan apa keinginan bayi, apalagi kalau moms dan dads adalah orangtua baru. Ada banyak penyebab bayi menjadi rewel/menangis.
Daftar di bawah ini akan membantu kita menemukan penyebab bayi rewel dan langkah praktis mengatasinya.
Dengan mengikuti ini kemungkinan besar kita akan mengetahui penyebab kenapa bayi moms rewel/menangis.
1. Popoknya basah atau perlu diganti.
Beberapa bayi akan merasa tidak nyaman dengan popoknya yang basah (kotor) dan perlu diganti disaat bayi lain mungkin sedikit lebih toleran jika popoknya kotor. Moms hanya perlu mengeceknya dan menggantinya dengan yang baru. Apabila bayi masih rewel, silahkan pindah mengecek penyebab lainnya.
2. Lapar.
Saat bayi menangis, ini yang mungkin ada dalam pikiran moms pertama. Moms harus pintar meperhatikan kebiasaan bayinya. Seperti yang sudah saya jelaskan di buku Bayi 1 Tahun Pertama, dengan mengetahui tanda bayi lapar sejak dini, moms tidak perlu menunggu bayinya menangis sebelum memberinya makan.
Moms bisa memperhatikan tanda-tanda seperti bayi mengecap-ngecap bibirnya, menghisap jarinya, menunjukkan refleks rooting. Jadi moms bisa menawarinya memberi ASI atau makanannya sebelum dia benar-benar lapar dan menangis.
3. Bayi mengantuk.
Mungkin moms berpikir, kalau bayi mengantuk dia akan langsung tidur dengan sendirinya, tidak perlu menangis lagi. Yang benar adalah, bayi kadang sangat lelah dan memerlukan suasanaa tertentu untuk tidur.
Mereka kadang perlu dininabobokan, dinyanyikan, dll. Jika moms mendapati dia menguap atau kelelahan, cobalah membuatnya tidur sebelum dia stress dan menangis. Ini akan membantu moms mencegah bayi menangis dan masalah yang timbul akibat gas.
Bayi yang sering menangis biasanya akan menghirup udara lebih banyak sehingga perutnya kembung.
4. Masalah di perutnya.
Masalah yang berkaitan dengan perut pada bayi biasanya melibatkan tangisan yang keras. Masalah perut ini biasanya berkaitan dengan gas dan kolik. Ada kalanya masalah ini bisa diselesaikan dengan menyendawakan bayi untuk membantu mengeluarkan gas di perutnya atau melakukan hal-hal yang bisa membuat bayi nyaman.
Jika ini tidak membantu, sebaiknya moms dan dads konsultasi dengan dokter. Jangan memberikan sesuatu ke bayi seperti herbal tertentu, anti gas drop, dll sebelum berbicara dengan dokter. Masalah yang berkaitan dengan perut bisa banyak seperti stomach flu, alergi susu, intoleransi laktosa, susah buang air besar (konstipasi), dll.
5. Butuh bersendawa.
Saat bayi menyusui atau minum dari botolnya udara juga ikut masuk ke dalam pencernaannya. Udara yang masuk ini bisa membuat perutnya kembung dan membuat bayi tidak nyaman. Untuk membuatnya nyaman, moms bisa membantu menyendawakannya sehingga gas diperutnya keluar setiap selesai disusui.
6. Ingin digendong.
Tahukah moms kalau bayi itu butuh seringa digendong. Bayi menangis biasanya hanya disebabkan karena ia ingin dekat dengan kita. Dia akan sangat senang melihat lebih dekat wajah orang tuanya, mendengarkan suaranya dan bahkan mendengar suara detak jantung dan bau harum ibunya.
Ketika dia menangis moms bisa menggendongnya dan mengusap-usap rambutnya. Terkadang dengan cara ini akan membuatnya tenang dengan cepat.
7. Panas atau dingin.
Di daerah tropis seperti di Indonesia cuaca yang panas bisa membuat bayi tidak nyaman. Jika di rumah tidak menggunakan penyejuk ruangan (AC) moms bisa memakaikannya pakain yang tipis. Pada bayi yang baru lahir, biasanya mereka lebih suka dan memang seharusnya dijaga agar tetap hangat untuk mencegah hipotermi.
Bayi yang baru diganti popoknya atau baru dibersihkan akan merasakan dingin sehingga menjadi tidak nyaman dan menangis. Usahakan membuatnya senyaman mungkin dan hindari membasuh dengan air atau kain yang terlalu dingin.
8. Tidak nyaman dengan sesuatu.
Misalnya bajunya atau celananya terlalu ketat. Ada yang mengganjal di tempat tidurnya, saat digendong, dll. Ada bagian kecil di bajunya yang menusuk, tanda merk baju yang mengganggunya, dll. Hal-hal kecil seperti itu pada bayi tertentu bisa membuatnya tidak nyaman dan menangis.
9. Stimulasi berlebihan atau ingin mendapatkan stimulasi yang lebih.
Hal-hal yang kecil yang sifatnya stimulasi bisa membuat bayi tidak suka. Cahaya lampu, suara keras/suara tertentu dan bahkan digendong dari satu tangan ke tangan lainnya bisa membuatnya tidak nyaman. Sebaliknya, kadang bayi memerlukan stimulasi yang lebih aktif untuk membuatnya nyaman. Suka diajak bermain, ingin diajak keluar, dll.
10. Masa tumbuh gigi (Teething).
Gigi pada bayi biasanya mulai tumbuh di usia 4- 7 bulan. Dengan adanya gigi yang tumbuh di gusinya akan membuatnya tidak nyaman dan nyeri. Tiap bayi berbeda, dan proses ini pada bayi tertentu bisa sangat menyakitkan. Untuk mengatasinya moms bisa memberinya teether yang aman.
11. Sakit.
Bayi belum bisa memberitahu kita kalau dia merasa sakit atau tidak enak badan. Moms bisa berinisiatif mengukur suhunya atau mengecek jika ada sesuatu yang tidak biasa, seperti dia menjadi lesu, tangisannya lain dari biasanya, dll.
Hubungi dokter langganan si kecil agar kekhawatiran moms tidak bertambah. Dengan memenuhi kebutuhan bayi dan membuatnya senyaman mungkin, mengecek semua poin di atas sudah dipenuhi dan bayi masih rewel/ menangis.
Saatnya mencoba memikirkan hal lain selain penyebab di atas. Hal tersebut akan kami bahas di tulisan berikutnya.
Thursday, April 16, 2015
Pijat Bayi I Love U, Cara Melakukan Dan Manfaatnya
Thursday, April 16, 2015
Moms tentu khawatir kan kalo si kecil mengalami sembelit? Rasa tak tega selalu datang setiap hari melihat si kecil rewel mengedan tanpa hasil..Coba lakukan pijat bayi berikut, selain dapat melancarkan pencernaan bayi anda, ritual ini tentu saja sangat menyenangkan bagi bayi dan makin meningkatkan bonding antara orang tua dan bayi.
Pijat I Love U (ILU) diadaptasi dari bentuk huruf I, L, dan U yang sesuai dengan bentuk anatomis saluran cerna manusia.
Cara melakukan pijat bayi ILU:
1. Siapkan bayi anda. Sebaiknya pilih waktu setelah dia mandi pagi atau sore.2. Siapkan ruangan. Atur suhu ruangan sekitar 25 derajat celsius, agar bayi tidak kedinginan dan merasa nyaman.
3. Siapkan minyak bayi, minyak telon atau baby oil.
4. Baringkan bayi telentang menghadap anda.
5. Urut perut bayi dari bagian kiri atas ke kiri bawah, membentuk huruf I.
6. Lanjutkan dengan mengurut dari kanan atas ke samping kiri atas, lalu ke kiri bawah, membentuk huruf L terbalik.
7. Kemudian dari bagian kanan bawah ke kanan atas, kemudian ke samping kiri atas, dilanjutkan ke kiri bawah membentuk huruf U terbalik.
8. Lakukan dengan penuh kelembutan, sambil bercanda dan ngobrol dengan bayi anda. Bisa juga dengan memperdengarkan musik lembut agar bayi merasa nyaman.
Saturday, August 23, 2014
Bagaimana Cara Mengatasi Bayi Yang Sulit Makan
Saturday, August 23, 2014
Sebagai orang tua, tentunya kita ingin si kecil sehat dan tumbuh optimal. Salah satunya dengan makan dan minum susu teratur.Tapi seringkali bayi dan balita mengalami masa-masa sulit makan, yang sering disebut GTM (Gerakan Tutup Mulut).
Penyebabnya beragam, bisa karena sakit, tumbuh gigi, sariawan, bosan dengan menunya, atau trauma makan.
Menghadapi bayi/ balita yang GTM sering membuat para Moms panik atau sedih. Dibutuhkan kesabaran dan beberapa teknik agar si kecil mau menyantap kembali makanannya. Karena apabila dibiarkan, tentu akan mengganggu tumbuh kembangnya dan keterampilan makannya kelak.
Berikut beberapa trik agar GTM tidak berlanjut berkepanjangan:
1. Periksa keadaan mulutnya. Apakah ada luka, sariawan, atau gigi yang mau tumbuh. Rasa nyeri di dalam mulut membuat bayi malas untuk makan. Bila telah ditemukan masalahnya, segera diobati atau konsultasikan dengan dokter.
2. Uji kreatifitas anda. Variasikan jenis makanan dan menu, cara memasak, serta bentuk makanan bayi balita anda. Si kecil bisa saja bosan dengan menu yang itu-itu terus.
3. Jadilah manager makan yang baik bagi anak anda. Atur jadwal makannya sedemikian rupa sehingga dia makan saat dia benar-benar lapar. Hindari memberikan camilan atau susu saat mendekati waktu makannya.
4. Moms sebagai even organizer. Kondisikan saat makan sebagai saat yang benar-benar meyenangkan. Tanpa paksaan dan teriakan. Apalagi kontak fisik seperti pukulan atau cubitan, karena akan membuat si kecil trauma.
Bila dia sudah terlanjur trauma, misalnya trauma dengan sendok, karena pernah dipaksa minum obat memakai sendok, sehingga tiap melihat sendok, bayi mengira akan diberi obat lagi, maka Moms harus mulai dari awal lagi.
Beri si kecil makanan yang bisa digenggamnya, bisa berupa biskuit atau wortel rebus. Kemudian beri dia sendok untuk dipegangnya sendiri saat makan ( Moms tetap menyuapinya dengan sendok lain).
5. Makan bersama anggota keluarga yang lain juga sangat membantu. Selain mengajarkan cara makan dalam keluarga, makan bersama juga membuat si kecil semagat makan menirukan orang dewasa di sekitarnya.
.jpg)
6. Bila dia sudah agak besar, ajak balita anda untuk menentukan menu yang dia inginkan.
7. Menabung kesabaran. GTM bayi balita mirip dengan bentuk protes pada orang tua atau lingkungan. Dan menghadapi bayi yang protes tidak bisa dengan kemarahan.
Sabarlah.. Memang sulit, apalagi bila pekerjaan lain masih menumpuk menunggu diselesaikan. Akhirnya kita malah memburu-buru si kecil makan dengan cepat.
Berikan dia waktu untuk menikmati waktu makannya. Namun tetap berikan batasan waktu, misalnya setengah jam untuk makan.
Ingatkan saja dengan suara yang lembut, tanpa membentak.
Selamat mencoba Moms.. :-)
Memilih Makanan Selingan Yang Sehat Untuk Bayi Dan Balita
Saturday, August 23, 2014
Makanan selingan adalah makanan ringan, bisa berupa kudapan/ snack maupun buah-buahan segar atau olahan buah, yang diberikan pada bayi, batita, dan balita.Makanan selingan berfungsi untk menambah atau mencukupi kebutuhan gizi makanan utama. Oleh karena itu, pemilihan jenis kudapan ini harus dipikirkan secara masak.
Waktu pemberiannya biasanya adalah diantara waktu makan pagi dan siang, atau waktu makan siang dan malam. Saat pemberian juga harus diperhatikan, jangan sampai makanan selingan malah membuat si kecil kekenyangan ketika waktu makannya telah tiba.
Berikan makanan selingan minimal 1 jam sebelum waktu makan utama.
Berikut beberapa syarat pemilihan kudapan bayi dan balita anda :
1. Kudapan/ snack hendaknya megandung zat gizi yang lengkap.
2. Makanan yang home made atau buatan sendiri lebih diutamakan, agar si kecil terhindar dari pengawet, perasa, dan pewarna makanan.3. Usahakan menghindari makanan instan/kemasan.
4. Jangan gunakan bumbu yang merangsang lambungnya.
5. Jangan meggunakan gula dan garam yang berlebihan. Lebih baik Moms memanfaatkan rasa alami dari bahan makanan tersebut.
6. Warna dan bentuk yang menarik tentu lebih disukai oleh bayi balita anda
Selamat membuat cemilan sehat, Moms..
Tuesday, June 3, 2014
Inilah Jadwal Imunisasi Terbaru 2014 Sesuai Rekomendasi IDAI
Tuesday, June 03, 2014
Friday, April 18, 2014
Tanda Dan Cara Mengatasi Anak Susah Buang Air Besar
Friday, April 18, 2014
Anak anda sering mengalami susah buang air besar, Moms?? Apa penyebab sembelit, apa saja tandanya, dan bagaimana mengatasinya?Apa sih sembelit?
Sembelit, susah BAB atau konstipasi memang sering terjadi pada anak-anak. Terjadi karena kurangnya kadar air dalam kotorannya, sehingga kotoran akan menjadi lebih kering dan sulit dikeluarkan.
Dikatakan sembelit apabila frekuensi bab kurang dari 3x dalam seminggu, atau konsistensi feses keras, sulit mengeluarkan kotoran dan atau anak mengejan selama lebih dari 10 menit tanpa dapat mengeluarkan feses.
Makanan yang telah diproses dalam lambung dan usus kecil akan terus masuk ke dalam usus besar. Di dalam usus besar atau kolon ini, sisa makanan akan mengalami penyerapan ulang zat gizi, vitamin dan air.
Bila makanan yang masuk kurang kandungan air, anak kurang minum atau kurang makanan berserat, air yang tersisa sangat sedikit untuk diserap oleh kolon. Akibatnya, feses/ kotoran menjadi terlalu kering sehingga sulit saat akan dikeluarkan.
Gejala sembelit:
1. Frekuensi buang air besar menjadi lebih jarang. Bisa hanya 1 atau 2x dalam seminggu.
2. Rasa sakit atau tidak nyaman di perut yang akan hilang setelah BAB.
3. Kadang terdapat darah pada kotoran/feses.
4. Kotoran/ feses bulat-bulat kecil seperti kotoran kambing.
5. Akan akan mengejan lama dan disertai rewel akibat rasa nyeri di daerah anus.
Penyebab:
1. Pola makan yang kurang sehat. kurang serat, buah atau kurang cairan dapat membuat si kecil mengalami sembelit. Bila anda (ayah/ibu) juga mengalami sembelit, berarti ada kesalahan pola makan dalam keluarga. Memperbaiki pola makan akan sangat membantu
2. Si kecil terbiasa menahan keinginan BAB atau BAB tidak teratur.
3. Bila pada bayi, bisa jadi karena konsumsi sufor.
4. Bila terjadi sejak si kecil baru lahir, bisa juga disebabkan karena penyakit lain seperti Hischsprung (kelainan bawaan, yaitu kurangnya serabut saraf pada usus besar yang menyebabkan usus besar kurang bergerak).
5. Anak yang kurang aktif. Anak yang kegiatannya hanya duduk menonton atau bermain game lebih rentan terkena sembelit dibanding anak yang aktif motoriknya.
6. Konsumsi obat-obatan.
Penanganan:

1. Bila sembelit yang dialami si kecil berasal dari kebiasaan kurang baik dalam keluarga, sebaiknya segera ubah pola hidup anda sekeluarga menjadi pola hidup sehat dengan banyak makan sayur, buah, olahraga teratur dan sebagainya.
2. Ajak si kecil untuk aktif bergerak dengan bermain bersama keluarga atau temannya.
3. Pada bayi, berikan hanya ASI pada 6 bulan pertama.
4. Bila bayi anda telah mengkonsumsi MP ASI, masukkan sayur dan buah dalam pilihan menunya.
5. Minta si kecil untuk minum air putih lebih banyak.
6. Buat makan buah dan sayur menjadi kegiatan yang menyenangkan. Seperti mengolahnya menjadi makanan yang berbentuk lucu, membuatnya menjadi jus, agar-agar dan lainnya.
7. Berhenti mengkonsumsi makanan olahan dan kurangi makanan yang diproses melalui proses penggorengan.
8. Perbaiki pola BAB. Latih anak untuk BAB secara rutin setiap hari, agar kotoran tidak terlalu lama berada dalam kolon dan mengalami proses penyerapan air.
Makin lama feses berada dalam kolon, maka makin banyak air yang diserap, sehingga makin kering kotorannya, yang membuatnya makin sulit dikeluarkan.
9. Bila perlu, pada bayi yang hanya mengkonsumsi sufor, konsultasilah pada dokter spesialis anak anda tentang kemungkinan mengganti susunya.
Wednesday, March 5, 2014
Apakah Betul, Penggunaan Baby Walker Pada Bayi Berbahaya?
Wednesday, March 05, 2014
Adakah ibu-ibu disini yang menggunakan baby walker untuk anaknya?Baby walker atau alat bantu jalan bagi bayi yang baru belajar jalan memang sangat popular dikalangan para orang tua. Karena selain praktis untuk belajar jalan, alat ini juga bisa digunakan agar ibu/ orang tua dapat mengerjakan kegiatan lain selagi si bayi berada dalam baby walkernya. Jadi baby walker juga dijadiakan sebagai baby sitter. Naahh..hayoo ngakuuu…;)
Bentuknya yang kian beragam, dari yang sederhana hingga kompleks (dengan banyak tambahan mainan dan aksesori) semakin membuat para mommy keranjingan untuk membeli baby walker, untuk sekedar lucu-lucuan atau bahkan gengsi.
Tapi, benarkah baby walker aman bagi bayi?
Asosiasi Dokter Amerika, American Academy of Pediatrics telah melarang penggunaan baby walker bagi bayi, karena banyaknya kasus kecelakaan yang terjadi akibat alat ini.
Di Amerika, setidaknya terdapat 14.000 kasus kecelakaan anak hingga perlu dirawat di RS.
Kecelakaan yang dapat terjadi pada anak, seperti:
- Menggelinding di tangga, yang mengakibatkan patah tulang atau cedera kepala.
- Karena bayi menjadi lebih tinggi dandapat di sangga oleh baby walker, dia dapat meraih benda-benda berbahaya yang letaknya lebih tinggi dari dirinya, seperti menjangkau air panas di atas meja, gunting, pisau, dan lainnya.
- Resiko tenggelam jika bayi yang menggunakan baby walker tercebur ke kolam renang.
- Terjepitnya anggota tubuh, seperti tangan atau kakinya saat berjalan atau melewati pintu.
Selain karena tingginya angka kecelakaan akibat baby walker, alat ini ternyata juga tidak terlalu efektif untuk membantu bayi belajar berjalan, loh Moms.
Hal ini karena:- Penelitian pada bayi usia 6-15 bulan yang menggunakan baby walker, menunjukkan bahwa anak akan cenderung lebih lambat duduk, merangkak, dan berjalan daripada bayi yang tidak memakai baby walker.
- Baby walker hanya menstimulasi sebagian otot motorik, yaitu otot betis. Padahal untuk dapat lancar berjalan, bayi membutuhkan kekuatan otot paha dan otot pinggul, yang justru tidak berkembang karena selalu bertopang pada baby walker.
- Bayi akan merasa sangat nyaman. Bahkan terlalu nyaman, sehingga bayi akan malas mencoba untuk belajar jalan.
- Menghilangkan kesempatan bayi merangkak. Padahal merangkak memiliki gerakan kompleks yang merangsang pertumbuhan otak bayi.
Jadi, bagaimana melatih anak belajar berjalan yang aman?
1. Sepertinya cara kuno layaknya orang tua kita dulu masih tetap terbukti manjur. Memegang kedua tangannya dan mengajaknya berjalan perlahan-lahan. Cara ini juga dapat meningkatkan meningkatkan bonding ibu dan anak. Melelahkan ya? Tapi itulah cara yang terbaik.2. Ajak si kecil berolahraga yang membuat seluruh otot dalam tubuhnya bergerak, seperti berenang. Dengan melatih otot-otot dalam tubuhnya, si kecil akan belajar berjalan lebih baik.
3. Latih si kecil tanpa menggunakan alas kaki. Supaya jari-jarinya terlatih untuk lebih terkoordinasi. Syaratnya: lakukan di tempat yang bersih dan aman dari benda yang dapat melukai kakinya.
Wednesday, February 19, 2014
Milestone Tumbuh Kembang Bayi Usia 0 Sampai 12 bulan
Wednesday, February 19, 2014
Milestone adalah tingkat perkembangan bayi-balita yang harus dicapai oleh anak pada umur tertentu. Dengan mengetahui milestone bayi-anak, maka orang tua dapat memantau apakah perkembangan anaknya dalam batas normal ataukah terlambat dan perlu stimulasi lebih lanjut.Deteksi dini dan intervensi sedini mungkin sangat diperlukan, agar tumbuh kembang anak dapat lebih optimal. Karena kelainan sekecil apapun, apabila tidak secepatnya ditangani dengan baik akan mengurangi kualitasnya di kemudian hari.
Stimulasi yang diperlukan oleh anak bukan hanya berasal dari orang tuanya saja, namun lingkungan sosial sekitarnya juga harus mendukung.
Terdapat 4 parameter perkembangan yang dipakai untuk menilai perkembangan anak balita, yaitu:
1. Personal social (kepribadaian/ tingkah laku sosial). Berhubungan dengan kemandirian anak, sosialisasi dan interaksi dengan orang lain dan lingkungannya.
2. Fine motor adaptive (gerakan motorik halus). Berhubungan dengan kemampuan anak mengamati sesuatu, melakukan gerakan yang melibatkan bagian tubuh tertentu saja dan dilakukan otot-otot kecil, gerakan yang memerlukan koordinasi yang cermat. Seperti kemampuan menggambar, memegang benda, dll
3. Language (bahasa). Kemampuan bayi/ anak untuk merespon suara, mengikuti perintah dan berbicara spontan.
4. Gross motor (gerakan motorik kasar). Berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh.
Berikut milestone yang dapat bunda amati pada bayi/anak pada umur tertentu: Lahir- 3 bulan:
- Belajar mengangkat kepala - Mengikuti objek dengan matanya.
- Melihat wajah orang lain dengan tersenyum.
- Bereaksi terhadap bunyi.
- Mengenal ibunya dengan penglihatan, penciuman, pendengaran dan kontak.
- Dapat menahan barang yang sedang digenggamnya.
- Mengoceh spontan atau bereaksi dengan ocehan.
Usia 3-6 bulan:
- Mengangkat kepala 90 derajat dan mengangkat dada dengan bertopang tangan.
- Dapat meraih benda yang ada dalam jangkauannya.
- Memasukkan segala benda dalam mulutnya.
- Tertawa dan menjerit gembira saat merasa senang.
- Mulai mencari benda-benda yang hilang dari pandangannya.
Usia 6- 9 bulan:
- Dapat duduk tanpa dibantu.
- Dapat tengkurap dan berbalik sendiri.
- Dapat merangkak meraih benda atau mendekati seseorang.
- Dapat memindahkan benda dari satu tangan ke tangan yang lain.
- Dapat memegang benda kecil dengan ibu jari dan telunjuk.
- Mengenal wajah anggota keluarga dan mulai merasa takut dengan orang asing.- Dapat bertepuk tangan dan bermain ciluk-ba.
- Dapat makan biscuit sendiri.
Usia 9-12 bulan:
- Dapat berdiri sendiri tanpa dibantu.
- Dapat berjalan dengan dibantu.
- Menirukan suara.
- Mengulangi bunyi yang didengarnya.
- Dapat berbicara 1 atau 2 kata.
- Mengerti perintah sederhana dan larangan.
- Mulai mengeksplorasi sekitarnya.
- Dapat menunjuk benda.
Segera periksakan si kecil ke dokter bila anda mencurigai adanya keterlambatan pada tahapan perkembangan tertentu.
Perlu diperhatikan juga, bahwa perkembangan setiap anak berbeda satu dengan yang lainnya. Jangan terburu-buru untuk memvonis si kecil mengalami keterlambatan perkembangan (asal keterlambatan yang dialaminya tidak jauh menyimpang dari umur seharusnya).
Lebih baik bila membawa anak anda ke dokter untuk di periksa lagi dengan lebih teliti.
Milestone untuk anak 1-5 tahun akan dilanjutkan di postingan berikutnya yaaa…
Friday, February 7, 2014
Anak Terlambat Bisa Bicara (Speech Delayed). Kapan Harus Waspada?
Friday, February 07, 2014
Keterlambatan bicara sering terlambat dideteksi oleh para orang tua, karena dianggap biasa dan akan menyusul teman seumurannya kelak.Speech delayed/keterlambatan bicara terjadi pada 5-10 % anak usia prasekolah, dan 3 hingga 4 kali lebih sering pada anak laki-laki daripada anak perempuan.
Terlambat bicara dapat terjadi karena hal-hal yang normal dalam perkembangan atau karena kelainan pada si kecil.
Hal yang normal pada anak yang dianggap sebagai keterlambatan bicara seperti:
1. Jenis kelamin. Anak laki-laki umumnya memiliki kosakata yang lebih sedikit dan biasanya lebih lambat mulai berbicara sekitar 1-2 bulan dari anak perempuan.
Saat umur 16 bulan, perempuan memiliki 50 kata, sedangkan anak laki-laki hanya memiliki sekitar 30 kata saja. Anak perempuan juga kelihatan lebih 'ceriwis' daripada laki-laki. Namun hal ini adalah normal, dan anak laki-laki akan segera mengejar 'ketertinggalannya'.
2. Fokus pada kepandaian yang lain. Anak yang lebih dulu dapat berjalan, biasanya akan lambat berbicara, atau sebaliknya. Jika dia sudah lancar dengan skill-nya, maka akan segera mengejar ketertinggalannya di bidang bahasa.
3. Anak yang lahir prematur, dan atau bayi yang lahir dengan berat badan rendah. Bayi prematur memiliki kemampuan yang lebih lambat dibandingkan dengan anak seusianya. Namun biasanya pada sekitar umur 2 tahun, dia akan memiliki kemampuan yang sama dengan teman sebayanya.
4. Anak yang diajarkan 2 bahasa atau lebih (bilingual). Biasanya anak akan mengalami 'kelambatan sementara' dalam berbahasa dibandingkan dengan teman seumurannya. Namun, biasanya keadaan mereka akan segera membaik dan mampu menguasai kedua bahasa tersebut sebelum berumur 5 tahun.
Penyebab terlambat bicara dapat beragam, diantaranya:
1. Masalah pada pendengaran.
2. Lingkungan, seperti penelantaran atau kekerasan pada anak.
3. Gangguan neurologi, seperti cerebral palsy, muscular dystrophy atau trauma kepala.
4. Autis.
5. Kelainan anatomi pada mulut, bibir dan atau langit-langit. Kelainan seperti bibir sumbing dapat mengganggu pelafalan kata yang benar.
6. Gangguan intelektual.
7. Malnutrisi/kurang gizi.
8. Masalah mental, seperti depresi atau anak yang mengalami gangguan kecemasan.
Untuk mengetahui gejala terlambat bicara, hendaknya kita tahu dahulu bagaimana tahapan perkembangan berbicara pada anak normal:
1. Bayi 0-6 bulan.
Komunikasi pertama bayi setelah lahir yaitu dengan menangis. Dengan tangisan, bayi menyatakan kebutuhannya, seperti mengantuk, lelah, lapar atau tidak nyaman seperti cuaca yang panas dan popok yang basah.
Saat umurnya 2-3 bulan, bayi mulai merespon suara anda dengan gumamannya seperti ‘aahh’ atau ‘oohh’, dan tangisannya sudah dapat dibedakan sesuai dengan kebutuhannya. Bayi mulai bereksperimen dengan suara-suara yang dihasilkannya, seperti ‘mamama’; ‘babababa’; ‘papapapa’ atau yang disebut babbling.
Pada umur sekian, waspadai bila si kecil anda tidak babbling.
2. Umur 6-12 bulan.
Saat umur 6-9 bulan, bayi mulai mengenal beberapa nama benda dan orang yang berada disekitarnya. Sudah mengerti konsep dasar seperti ‘ya’, ‘tidak’.
Usia 9-12 bulan, dia sudah dapat mengucapkan ‘mama’ dan ‘papa’ dan mengerti artinya (atau sebutan lain yang diajarkan untuk memanggil kedua orang tuanya).
Sudah dapat menggunakan isyarat untuk mengungkapkan keinginannya, seperti menunjuk benda, melambaikan tangan untuk ber-dadah, mengangkat tangan untuk minta digendong. Mengerti beberapa instruksi sederhana seperti ‘ayo kesini’ atau ‘lihat itu’.
Pada usia 12 bulan, bayi sudah mengerti sekitar 70 kata.
Waspadai bila si kecil belum dapat menunjuk benda saat usianya menginjak 1 tahun, atau ekspresi wajah yang kurang pada usia itu.
3. Usia 12-18 bulan.
- Dapat mengucapkan 3-6 kata dengan arti.
- Dapat menunjuk anggota tubuh atau gambar yang disebutkan.
- Dapat mengangguk atau menggelengkan kepala saat menjawab pertanyaan.
- Dapat mengikuti istruksi sederhana, seperti ‘tolong ambilkan itu’ atau ‘tolong tutup pintu’.
- Usia 18 bulan, kosakata yang dapat diucapkannya sekitar 5-50 kata.
Bila saat usia anak 16 bulan dan belum ada kata yang berarti yang bisa diucapkan, anda harus waspada.
4. Usia 18-24 bulan.
- Dapat menggabungkan 2 suku kata yang berarti, seperti ‘saya makan’.
- Hampir setiap hari si kecil memiliki kosakata baru. Dan senang mendengarkan cerita.
- Pada umur 2 tahun, sekitar 50% kata-katanya sudah dapat dimengerti orang lain.
Waspada bila saat umur 2 tahun, si kecil tidak membuat kalimat dengan 2 kata yang dapat dimengerti.
5. Umur 2-3 tahun.
Dapat menyebutkan anggota badan. Bisa menyusun kalimat pendek. Dapat mengerti konsep besar dan kecil. Mulai dapat menggunakan kalimat tanya. Mengenal warna. Dapat bernyanyi.
6. Usia 3-5 tahun.
Sudah dapat menyusun kalimat panjang >4 kata. Dapat menyebutkan nama, alamat, jenis kelamin. Dapat bercerita tentang kejadian sekitar. Dan hampir semua kata yang diucapkannya dapat dimengerti oleh orang lain.
Apabila anak dicurigai mengalami speech delayed, segera periksakan si kecil ke dokter untuk mencari tahu penyebab dan dilakukan rehabilitasi secepatnya.
Makin cepat dilakukan terapi maka kemungkinan untuk dapat mengejar ketertinggalannya juga semakin besar, sehingga tidak akan mengganggu perkembangannya yang lain kelak.
Terapi yang dilakukan pada anak yang mengalami speech delayed bervariasi, tergantung penyebab dan bersifat individu. Artinya, antara satu anak dan anak lain yang sama menderita gangguan ini, penanganannya tidak sama.
Bila anda mencurigai anak anda mengalami keterlambatan bicara, berikut beberapa tips yang dapat anda lakukan:
1. Seringlah mengajak bayi anda berbicara, karena apa yang dia dengar akan sangat berguna saat dia akan belajar bicara nanti
2. Hendaknya merespon saat bayi anda cooing atau babbling
3. Sering mengajak bayi permainan sederhana, seperti cilukba
4. Menyebutkan apa yang sedang anda atau si kecil lakukan, lihat atau rasakan
5. Sering membacakan buku cerita dengan suara keras
6. Menambah/ memperjelas kata-kata yang disebutkan oleh si kecil. Misalnya anak bilang ‘num’, perbaiki kosakatanya dengan mengatakan ‘Minum. Adik mau minum?’
7. Berilah pertanyaan sebanyak mungkin pada si kecil. Dan jawab pertanyaan atau perkataan anak anda
8. Jangan menertawakan bila anak anda menggunakan kata yang salah
9. Biarkan dia bermain denga teman sebayanya yang memiliki kemampuan bahasa lebih baik.
Subscribe to:
Posts (Atom)














.jpg)
.jpg)
