Saturday, August 23, 2014

Bagaimana Cara Mengatasi Bayi Yang Sulit Makan

BAGIKAN TULISAN INI:

Sebagai orang tua, tentunya kita ingin si kecil sehat dan tumbuh optimal. Salah satunya dengan makan dan minum susu teratur.

Tapi seringkali bayi dan balita mengalami masa-masa sulit makan, yang sering disebut GTM (Gerakan Tutup Mulut).

Penyebabnya beragam, bisa karena sakit, tumbuh gigi, sariawan, bosan dengan menunya, atau trauma makan.

Menghadapi bayi/ balita yang GTM sering membuat para Moms panik atau sedih. Dibutuhkan kesabaran dan beberapa teknik agar si kecil mau menyantap kembali makanannya. Karena apabila dibiarkan, tentu akan mengganggu tumbuh kembangnya dan keterampilan makannya kelak.

Berikut beberapa trik agar GTM tidak berlanjut berkepanjangan:

1. Periksa keadaan mulutnya. Apakah ada luka, sariawan, atau gigi yang mau tumbuh. Rasa nyeri di dalam mulut membuat bayi malas untuk makan. Bila telah ditemukan masalahnya, segera diobati atau konsultasikan dengan dokter.

2. Uji kreatifitas anda. Variasikan jenis makanan dan menu, cara memasak, serta bentuk makanan bayi balita anda. Si kecil bisa saja bosan dengan menu yang itu-itu terus.

3. Jadilah manager makan yang baik bagi anak anda. Atur jadwal makannya sedemikian rupa sehingga dia makan saat dia benar-benar lapar. Hindari memberikan camilan atau susu saat mendekati waktu makannya.

4. Moms sebagai even organizer. Kondisikan saat makan sebagai saat yang benar-benar meyenangkan. Tanpa paksaan dan teriakan. Apalagi kontak fisik seperti pukulan atau cubitan, karena akan membuat si kecil trauma.

Bila dia sudah terlanjur trauma, misalnya trauma dengan sendok, karena pernah dipaksa minum obat memakai sendok, sehingga tiap melihat sendok, bayi mengira akan diberi obat lagi, maka Moms harus mulai dari awal lagi.

Beri si kecil makanan yang bisa digenggamnya, bisa berupa biskuit atau wortel rebus. Kemudian beri dia sendok untuk dipegangnya sendiri saat makan ( Moms tetap menyuapinya dengan sendok lain).

5. Makan bersama anggota keluarga yang lain juga sangat membantu. Selain mengajarkan cara makan dalam keluarga, makan bersama juga membuat si kecil semagat makan menirukan orang dewasa di sekitarnya.

6. Bila dia sudah agak besar, ajak balita anda untuk menentukan menu yang dia inginkan.

7. Menabung kesabaran. GTM bayi balita mirip dengan bentuk protes pada orang tua atau lingkungan. Dan menghadapi bayi yang protes tidak bisa dengan kemarahan.

Sabarlah.. Memang sulit, apalagi bila pekerjaan lain masih menumpuk menunggu diselesaikan. Akhirnya kita malah memburu-buru si kecil makan dengan cepat.

Berikan dia waktu untuk menikmati waktu makannya. Namun tetap berikan batasan waktu, misalnya setengah jam untuk makan.
Ingatkan saja dengan suara yang lembut, tanpa membentak.

Selamat mencoba Moms.. :-)


No comments:

Post a Comment