Sunday, May 3, 2015

Penyebab bayi rewel, menangis yang perlu moms tahu dan cara mengatasinya

BAGIKAN TULISAN INI:

Bayi rewel atau menangis akan menghiasi hari-hari Moms membesarkan si buah hati. Tapi, tidak perlu panik dan pusing ya moms.

Bayi dengan menangis adalah cara mengkomunikasikan keluhan dan kebutuhan bayi, rasa lapar, sakit, tidak nyaman, butuh tidur, lapar, dan lain-lain.

Akan sedikit sulit untuk menafsirkan apa keinginan bayi, apalagi kalau moms dan dads adalah orangtua baru. Ada banyak penyebab bayi menjadi rewel/menangis.

Daftar di bawah ini akan membantu kita menemukan penyebab bayi rewel dan langkah praktis mengatasinya. 

Dengan mengikuti ini kemungkinan besar kita akan mengetahui penyebab kenapa bayi moms rewel/menangis.

1. Popoknya basah atau perlu diganti.

Beberapa bayi akan merasa tidak nyaman dengan popoknya yang basah (kotor) dan perlu diganti disaat bayi lain mungkin sedikit lebih toleran jika popoknya kotor. Moms hanya perlu mengeceknya dan menggantinya dengan yang baru. Apabila bayi masih rewel, silahkan pindah mengecek penyebab lainnya.

2. Lapar.

Saat bayi menangis, ini yang mungkin ada dalam pikiran moms pertama. Moms harus pintar meperhatikan kebiasaan bayinya. Seperti yang sudah saya jelaskan di buku Bayi 1 Tahun Pertama, dengan mengetahui tanda bayi lapar sejak dini, moms tidak perlu menunggu bayinya menangis sebelum memberinya makan.

Moms bisa memperhatikan tanda-tanda seperti bayi mengecap-ngecap bibirnya, menghisap jarinya, menunjukkan refleks rooting. Jadi moms bisa menawarinya memberi ASI atau makanannya sebelum dia benar-benar lapar dan menangis.

3. Bayi mengantuk.

Mungkin moms berpikir, kalau bayi mengantuk dia akan langsung tidur dengan sendirinya, tidak perlu menangis lagi. Yang benar adalah, bayi kadang sangat lelah dan memerlukan suasanaa tertentu untuk tidur.

Mereka kadang perlu dininabobokan, dinyanyikan, dll. Jika moms mendapati dia menguap atau kelelahan, cobalah membuatnya tidur sebelum dia stress dan menangis. Ini akan membantu moms mencegah bayi menangis dan masalah yang timbul akibat gas.

Bayi yang sering menangis biasanya akan menghirup udara lebih banyak sehingga perutnya kembung.

4. Masalah di perutnya.

Masalah yang berkaitan dengan perut pada bayi biasanya melibatkan tangisan yang keras. Masalah perut ini biasanya berkaitan dengan gas dan kolik. Ada kalanya masalah ini bisa diselesaikan dengan menyendawakan bayi untuk membantu mengeluarkan gas di perutnya atau melakukan hal-hal yang bisa membuat bayi nyaman.

Jika ini tidak membantu, sebaiknya moms dan dads konsultasi dengan dokter. Jangan memberikan sesuatu ke bayi seperti herbal tertentu, anti gas drop, dll sebelum berbicara dengan dokter. Masalah yang berkaitan dengan perut bisa banyak seperti stomach flu, alergi susu, intoleransi laktosa, susah buang air besar (konstipasi), dll.

5. Butuh bersendawa.

Saat bayi menyusui atau minum dari botolnya udara juga ikut masuk ke dalam pencernaannya. Udara yang masuk ini bisa membuat perutnya kembung dan membuat bayi tidak nyaman. Untuk membuatnya nyaman, moms bisa membantu menyendawakannya sehingga gas diperutnya keluar setiap selesai disusui.

6. Ingin digendong.

Tahukah moms kalau bayi itu butuh seringa digendong. Bayi menangis biasanya hanya disebabkan karena ia ingin dekat dengan kita. Dia akan sangat senang melihat lebih dekat wajah orang tuanya, mendengarkan suaranya dan bahkan mendengar suara detak jantung dan bau harum ibunya.

Ketika dia menangis moms bisa menggendongnya dan mengusap-usap rambutnya. Terkadang dengan cara ini akan membuatnya tenang dengan cepat.

7. Panas atau dingin.

Di daerah tropis seperti di Indonesia cuaca yang panas bisa membuat bayi tidak nyaman. Jika di rumah tidak menggunakan penyejuk ruangan (AC) moms bisa memakaikannya pakain yang tipis. Pada bayi yang baru lahir, biasanya mereka lebih suka dan memang seharusnya dijaga agar tetap hangat untuk mencegah hipotermi.

Bayi yang baru diganti popoknya atau baru dibersihkan akan merasakan dingin sehingga menjadi tidak nyaman dan menangis. Usahakan membuatnya senyaman mungkin dan hindari membasuh dengan air atau kain yang terlalu dingin.

8. Tidak nyaman dengan sesuatu.

Misalnya bajunya atau celananya terlalu ketat. Ada yang mengganjal di tempat tidurnya, saat digendong, dll. Ada bagian kecil di bajunya yang menusuk, tanda merk baju yang mengganggunya, dll. Hal-hal kecil seperti itu pada bayi tertentu bisa membuatnya tidak nyaman dan menangis.

9. Stimulasi berlebihan atau ingin mendapatkan stimulasi yang lebih.

Hal-hal yang kecil yang sifatnya stimulasi bisa membuat bayi tidak suka. Cahaya lampu, suara keras/suara tertentu dan bahkan digendong dari satu tangan ke tangan lainnya bisa membuatnya tidak nyaman. Sebaliknya, kadang bayi memerlukan stimulasi yang lebih aktif untuk membuatnya nyaman. Suka diajak bermain, ingin diajak keluar, dll.

10. Masa tumbuh gigi (Teething).

Gigi pada bayi biasanya mulai tumbuh di usia 4- 7 bulan. Dengan adanya gigi yang tumbuh di gusinya akan membuatnya tidak nyaman dan nyeri. Tiap bayi berbeda, dan proses ini pada bayi tertentu bisa sangat menyakitkan. Untuk mengatasinya moms bisa memberinya teether yang aman.

11. Sakit.

Bayi belum bisa memberitahu kita kalau dia merasa sakit atau tidak enak badan. Moms bisa berinisiatif mengukur suhunya atau mengecek jika ada sesuatu yang tidak biasa, seperti dia menjadi lesu, tangisannya lain dari biasanya, dll.

Hubungi dokter langganan si kecil agar kekhawatiran moms tidak bertambah. Dengan memenuhi kebutuhan bayi dan membuatnya senyaman mungkin, mengecek semua poin di atas sudah dipenuhi dan bayi masih rewel/ menangis.

Saatnya mencoba memikirkan hal lain selain penyebab di atas. Hal tersebut akan kami bahas di tulisan berikutnya.

No comments:

Post a Comment