Asma disebut pula mengi atau sesak nafas.Asma adalah penyakit yang menyebabkan penyempitan saluran nafas (bronchus) di paru-paru. Penyempitan tersebut terjadi karena adanya proses pembengkakan dan peradangan serta produksi lendir yang berlebihan akibat faktor pencetus.
Karena jalan udara yang dilewati menyempit, maka udara akan lebih sulit lewat di saluran tersebut dan menimbulkan bunyi dengan frekuensi tinggi (ngiikk..ngiik..) dan anak menjadi sulit bernafas.
Oleh karena itu, asma sering pula disebut sebagai mengi. 1 dari 4 anak dapat mengalami asma semasa kecilnya. Asma sering berkaitan dengan adanya riwayat alergi dalam keluarga.
Gejala asma.
Secara umum, asma memberikan gejala seperti:
- Batuk.
- Suara frekuensi tinggi saat menghembuskan nafas.
- Tarikan dinding dada atau bagian bawah leher.
- Batuk lebih sering saat malam hari, cuaca dingin.
- Dapat dipicu oleh aktifitas fisik yang terlalu berat.
- Kesulitan bernafas.
- Anak menunjukkan posisi tubuh tertentu, seperti membungkuk atau posisi tripod.
Apa sih penyebab Asma?
Asma biasanya berhubungan dengan riwayat alergi, Moms. Orang tua yang mengidap alergi akan memiliki anak yang resiko terkena asma lebih tinggi daripada anak lainnya.
Penyakit ini dapat dipicu oleh beberapa keadaan seperti:
- Lingkungan berdebu.
- Cuaca dingin.
- Flu.
- Bulu binatang peliharaan.
- Makanan tertentu.
- Paparan asap rokok dan asap kendaraan.
- Atau kegiatan fisik yang berlebihan.
Penanganan Asma:
Asma dapat diatasi dengan 2 macam cara pengobatan:1. Pereda serangan (reliever). Berfungsi saat serangan sedang terjadi. Biasanya berbentuk obat inhalasi (dihirup).
2. Pencegah serangan (controller). Untuk mencegah terjadinya serangan. Obat yang tersedia biasanya dalam bentuk pil atau inhaler.
Bila si kecil memiliki resiko terkena asma, sebaiknya lakukan tindakan pencegahan sebelum terkena serangan.
Langkah pencegahan dapat berupa:
1. Hindari pencetus utama asma.
2. Jauhkan si kecil dari debu atau asap rokok.
3. Berikan makanan yang sehat dan alami.
4. Hindari makanan pencetus asma, seperti makanan yang berasal dari produk susu, kacang-kacangan, makanan laut, telur atau makanan pencetus alergi lain.
5. Sebaiknya tidak memelihara hewan piaraan yang berbulu panjang, seperti anjing atau kucing.
6. Biasakan untuk berolahraga secara rutin.
kesehatan anak
No comments:
Post a Comment