Untuk mencegah si kecil mengalami kebiasaan mengompol yang berkepanjangan, beberapa Moms mengajarkan toilet training sejak dini pada anaknya. Ada yang mulai sejak umur 1 tahun, 6 bulan, bahkan 2 bulan!!
Pentingkah toilet training?
Tentu saja Moms. Disarankan dilakukan saat anak berusia lebih kurang 1 tahun. Beberapa ahli menyarankan antara 18 bulan-24 bulan (1,6 tahun hingga 2 tahun).
Saat dia sudah mulai mengenali sensasi ingin kencing dan ingin pup/ BAB. Jangan terlambat untuk dilatih ya Moms, karena bila dilakukan lebih lambat, dikhawatirkan akan lebih sulit untuk mengubah kebiasaan dan perilaku anak.
Sebelum mengajarkan anak toilet training, perhatikan beberapa tanda bahwa anak anda siap untuk menjalani toilet training, yaitu:
1. Sudah mampu untuk duduk dalam jangka waktu tertentu.
2. Tertarik memperhatikan anda menggunakan toilet.
3. Sudah mengerti perintah sederhana.
4. Popoknya kering selama lebih dari 2 jam.
5. Dapat mengatakan pada anda atau memberi tanda khusus sebelum dia kencing atau pup.
6. Mulai tidak nyaman menggunakan popoknya saat basah.
Bagaimana cara mengajarkan toilet training yang efektif?
Berikut beberapa cara yang mungkin dapat membantu (Moms dapat menambahkan atau mengurangi disesuaikan dengan pengalaman, kebiasaan yang berlaku dalam keluarga anda).1. Untuk mengajarkan toilet training, dibutuhkan kesabaran ekstra. Latihan ini membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.
2. Pertama kali, ajarkan dulu kata-kata yang Moms ingin dia gunakan untuk memberitahukan pada anda, apakah pipis, kencing, bab, pup dan lainnya.
3. Jelaskan dulu fungsi dari toilet dengan bahasa sederhana. Misalnya saat anda membuang kotorannya di popoknya ke dalam wc.
4. Batasi penggunaan diapers. Diapers akan menyulitkan anak untuk berlatih toilet karena dia terlanjur merasa nyaman, si kecil juga akan sulit membedakan konsep basah-kering yang menjadi dasar toilet training.
5. Jangan paksa si kecil untuk langsung menggunakan pispot atau toilet khususnya. Bila dia sudah bisa memberitahu anda bahwa dia ingin kencing atau pup, ajak saja dia untuk masuk kamar mandi dan melakukannya di dalam kamar mandi, walaupun belum diatas wc.
6. Jangan terlalu lama mendudukkan anak di wc. Maksimal 5 menit. Terlalu lama akan membuat si kecil menjadi tidak nyaman, yang justru akan menyulitkan proses belajarnya. Perhatikan tanda saat dia membutuhkan untuk pergi ke wc, dan bawa dia segera sebelum pup atau kencingnya keluar.
7. Berikan makanan yang cukup mengandung serat, agar dia tidak mengalami konstipasi. Konstipasi akan memberikan pengalaman traumatis bagi anak.
8. Tanyakan pada anak setiap beberapa jam sekali apakah dia ingin kencing. 2-3 jam sejak kencing terakhir (atau tergantung dari usia anak) adalah waktu yang ideal untuk bertanya. Makin besar anak, jaraknya dapat semakin jauh. Jangan terlalu sering agar dia tidak merasa terlalu ditekan.
9. Bila dia sudah mulai terbiasa menggunakan toiletnya, biasakan dia untuk duduk disitu saat bangun tidur di pagi hari, setelah makan atau sebelum tidur. Untuk membantunya membiasakan diri buang air besar dan kecil secara teratur.
10. Beri pujian bila dia berhasil pup dan kencing dengan baik di toilet.
11. Jangan terlalu panik atau memarahinya bila dia kembali mengompol atau pup di tempat yang tidak seharusnya. Bersihkan saja dan tetap ajak dia ke wc secara teratur.
Semoga sukses dengan toilet trainingnya, ya Moms..
anak , balita

No comments:
Post a Comment