Monday, January 6, 2014

Demam Berdarah, Penyakit Musim Penghujan

BAGIKAN TULISAN INI:

Pada musim hujan terdapat beberapa penyakit yang sering menyerang anak, seperti Demam Berdarah, diare dan influenza.

Penyakit Demam berdarah disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan atau disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Demam berdarah banyak terdapat pada daerah beriklim tropis dan subtropis di seluruh dunia. Biasanya penyakit Demam berdarah muncul saat musim penghujan dimana keadaan lingkungan bersuhu lembab.

Gejala Demam berdarah yang paling sering ditemukan yaitu:

- Demam tinggi mendadak selama 2-7 hari.

- Nyeri kepala.

- Nyeri otot.

- Nyeri perut.

- Mual/muntah.

- Terdapatnya beberapa manifestasi perdarahan, seperti bercak merah pada kulit, mimisan, atau BAB hitam.

Bila lambat terdeteksi, demam berdarah dapat mengakibatkan keadaan syok, akibat bocornya pembuluh darah, yang akan menyebabkan kematian. Syok lebih sering terjadi pada bayi dan anak dengan angka kematian yang cukup tinggi.

Gejala penyakit Demam Berdarah hampir mirip dengan beberapa penyakit lainnya, seperti influenza, radang tenggorokan, thyfoid/ tipus, malaria, dan lainnya. Pada bayi dan anak kecil yang belum mampu mengutarakan keluhannya, demam menjadi gejala yang paling menonjol.

Oleh karena itu ketelitian pemeriksaan dan anamnesa yang tepat sangat dibutuhkan, karena seringkali dapat mengecoh.

Pemeriksaan darah sering merupakan alat pemeriksaan yang cukup baik untuk menentukan diagnosa Demam Berdarah.

Pengobatan

Tidak ada obat spesifik untuk terapi penyakit Demam Berdarah. Pasien hanya dianjurkan lebih banyak minum untuk menghindari dari keadaan dehidrasi akibat demam dan muntah yang berlebihan.

Pemberian obat penurun panas seperti Paracetamol sangat membantu mengurangi demam dan nyeri otot. Hindari pemberian penurun panas jenis Ibuprofen karena akan meningkatkan resiko perdarahan.

Apabila keadaan anak telah sangat lemah dan tidak mampu minum dengan kuat, lebih baik segera dilakukan penanganan lebih lanjut seperti rawat inap di RS untuk diberikan larutan elektrolit, mencegah keadaan yang lebih buruk seperti syok.

Pencegahan Demam Berdarah

Belum ada vaksin untuk mencegah penyakit Demam berdarah. Langkah yang dapat dilakukan dalam mencegah penyakit ini yaitu dengan menghindari gigitan nyamuk Aedes aegypti dan albopictus.

Pengendalian nyamuk vector Demam berdarah dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan, seperti menguras bak mandi minimal seminggu sekali, mengubur barang-barang bekas yang dapat digunakan sebagai sarang nyamuk Aedes untuk bertelur, menutup tempat penampungan air, dan lainnya.

Pengasapan atau fogging juga berguna untuk membunuh nyamuk Aedes dewasa. Sedangkan jentik nyamuk dapat dibasmi dengan pemberian bubuk abate pada tempat penampungan air.

Hindari gigitan nyamuk terutama saat pagi dan siang hari dengan menggunakan kelambu, obat anti nyamuk atau menggunakan pakaian yang tertutup.

Segera periksakan diri dan keluarga anda ke dokter bila terdapat tanda Demam berdarah seperti di atas.




,

No comments:

Post a Comment